Klaster Perkantoran Masih Perlu Diwaspadai Penyebaran Covid-19

0 50

Heibogor.com – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan mengungkap terdapat empat orang pegawai Sekretariat Daerah (Setda) yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Ada 4 pegawai Setda positif berdasar hasil swab keluar tanggal 27 November kemarin. 2 orang Perempuan dan 2 orang laki-laki,” kata Irwan di Kantor Sekda, Senin (30/11/20).

Irwan menegaskan keempat orang tersebut bukan tertular melalui Bupati Bogor Ade Yasin yang sempat dintayakan positif Rabu (18/11/20) lalu. Ia memastikan bila keempatnya merupakan hasil dari tracking. “Bukan, bukan karena Bupati. Keempatnya ini hasil tracking. 1 orang berdasar swab secara mandiri, 3 swab hasil dari tracking. Karena 2 orang warga Kota Bogor dan 2 orang juga warga Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Satu orang yang menjalani swab test secara mandiri tersebut diketahui tertular Covid-19 dari suaminya yang bekerja di Jakarta. Menurutnya, ruangan keempat pegawai itu sudah dilakukan sterilisasi dan keempatnya saat ini tengah menjalani isolasi mandiri.

“Sebenarnya Protokol Kesehatan di perkantoran sudah dilakukan secara ketat. Namun terkadang perkantoran masih menerima tamu dari luar, atau dari kantornya rapat ke luar, kemudian juga bisa tertular dari lingkungan tempat tinggalnya,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan membenarkan hal tersebut. Namun, pihaknya tak mau ambil pusing tidak mengkarantina (lockdown) dan tidak menerapkan Work From Home (WFH) terhadap pegawai Setda. Iwan lebih memilih langkah diskresi agar setiap pegawai Setda dapat tetap bekerja.”Iya, kalau situasi seperti ini tidak ada WFH total. Kita ada diskresi,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya tidak dapat menerapkan karantina dan WFH lantaran masih mengejar target pengerjaan anggaran tahun 2020 selama sebulan ke depan. “Karena bobot pekerjaan kita akhir tahun padat. Kerjaan banyak jadi kita minta kelonggaran supaya target serapan anggaran bisa selesai, APBD juga hari ini diparipurnakan,” ucapnya.

Apalagi pasca penetapan APBD 2021 nanti, Pemkab Bogor juga harus mengejar evaluasi Gubernur Jawa Barat dan melakukan penyesuaian. “Makanya harus ada orang, jadi aktivitas pemerintahan tetap berjalan,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.