Inovasi Rana Wijaya Buat Pestisida Asap Cair Jaga Tanaman dari Serangan Hama

0 91

Heibogor.com – Untuk menjaga tanaman dari serangan hama, Rana Wijaya, petani dari Kebun Pengembangan Pertanian Masa Depan atau Garden of Prospective Agriculture, berinovasi dengan membuat pestisida asap cair dari pengembunan uap hasil pembakaran sekam.

Rana mengatakan, instalasi pengolahan pestisida asap cair berbahan sekam ini mudah dibuat dan sederhana. Pembuatannya hemat biaya karena alat-alat yang digunakan seperti belanga, ember dan botol di luar pipa berasal dari barang bekas.

“Saya buat seperti buat arang di tanah dan ternyata bisa. Modalnya hanya Rp60 ribu, karena alat-alat yang lain sudah ada. Yang dibeli itu pipa dan pengelasan saja. Pipa ini untuk mengalirkan asap dari wadah penampung (belanga) masuk ke bak pendingin jadi tetesan air,” jelasnya.

Sejauh ini, ia baru mampu menghasilkan satu setengah liter asap cair setiap hari. Namun tak hanya asap cair, pembakaran sekam menyisakan arang yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam.

“Jadi, hasilnya dua, asap cair untuk pestisida, arang sekamnya bagus untuk media tanam. Dari dua sampai tiga karung sekam itu, saya dapat 1,5 liter setiap hari. Untuk arang sekamnya bisa satu karung,” terangnya saat ditemui belum lama ini di wilayah Katulampa, Kota Bogor.

Rana Wijaya, petani dari Kebun Pengembangan Pertanian Masa Depan atau Garden of Prospective Agriculture, berinovasi dengan membuat pestisida asap cair dari pengembunan uap hasil pembakaran sekam. Andi/heibogor.com

Saat ini, ia menggunakan asap cair untuk perawatan pohon tin agar batang terhindar dari hama penggerek batang. Ia juga rutin menyempotkan asap cair ke pangkal batang tin satu minggu sekali. “Ini setengah botol disiramkan rutin seminggu sekali. Sejauh ini hasilnya belum ada yang batang berlubang. Saya pakai memang utamanya melindungi pohon tin dari penggerek batang,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, asap cair juga baik untuk meningkatkan kualitas akar. Asap cair yang digunakan sebagai pestisida merupakan grade ketiga, bukan untuk pengawet alami makanan. “Yang lain sudah diaplikasikan untuk anti jamur, anti bakteri, anti lalat buah, juga untuk perbaikan akar,” tukasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.