Menyaring Rejeki dari Industri Saringan Kawat

Pekerja menyelesaikan pembuatan serokan atau saringan dari kawat di Kp. Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20). Dalam sehari, industri rumahan ini mampu memproduksi hingga 70 lusin serokan dan dijual ke agen peralatan masak di Pasar Citeureup untuk dijual kembali ke sejumlah pasar di wilayah Jabodetabek. Masih di produksinya alat rumah tangga yang dibuat secara manual ini, mampu bertahan di tengah maraknya peralatan masak modern. Kini usaha ini kembali bangkit setelah sebelumnya mengalami penurunan jumlah produksi akibat pandemi Covid-19. (heibogor/Andi)

0 98
Pekerja menyelesaikan pembuatan serokan atau saringan dari kawat di Kp. Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20). Dalam sehari, industri rumahan ini mampu memproduksi hingga 70 lusin serokan. (heibogor/Andi)

 

Pekerja menyelesaikan pembuatan serokan atau saringan dari kawat di Kp. Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20). Dalam sehari, industri rumahan ini mampu memproduksi hingga 70 lusin serokan. Serokan atau saringan yang telah dibuat akan dijual ke agen peralatan masak di Pasar Citeureup untuk dijual kembali ke sejumlah pasar di wilayah Jabodetabek. (heibogor/Andi)

 

Proses merapikan tepian saringan kawat bengkel kerja milik Enjum di Kampung Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20). Selain membuat saringan kawat, di bengkel ini juga membuat panggangan dan kurungan tikus. (heibogor/Andi)

 

Pekerja menyelesaikan pembuatan serokan atau saringan dari kawat di bengkel kerja milik Enjum di Kampung Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20).(heibogor/Andi)

 

Serokan atau saringan yang telah dibuat akan dijual ke agen peralatan masak di Pasar Citeureup untuk dijual kembali ke sejumlah pasar di wilayah Jabodetabek. (heibogor/Andi)

 

Selain membuat saringan kawat, di bengkel ini juga membuat panggangan dan kurungan tikus. (heibogor/Andi)

 

Terdapat 4 macam ukuran di mulai ukuran terkecil yang biasa di sebut complong/no.1 hingga yang terbesar no.4. (heibogor/Andi)

 

Pekerja menyelesaikan pembuatan serokan atau saringan dari kawat di Kp. Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20). Dalam sehari, industri rumahan ini mampu memproduksi hingga 70 lusin serokan dan dijual ke agen peralatan masak di Pasar Citeureup untuk dijual kembali ke sejumlah pasar di wilayah Jabodetabek. (heibogor/Andi)

 

Proses merapikan tepian saringan kawat bengkel kerja milik Enjum di Kampung Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20). Terdapat 4 macam ukuran di mulai ukuran terkecil yang biasa di sebut complong/no.1 hingga yang terbesar no.4. (heibogor/Andi)

 

Harga saringan ini dibanderol dari harga Rp 35.000 hingga Rp 65.000 per lusin, tergantung dari diameter ukuran saringan. (heibogor/Andi)

 

Proses merapikan tepian saringan kawat bengkel kerja milik Enjum di Kampung Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/20). Harga saringan ini dibanderol dari harga Rp 35.000 hingga Rp 65.000 per lusin, tergantung dari diameter ukuran saringan. (heibogor/Andi)

 

Terdapat 4 macam ukuran di mulai ukuran terkecil yang biasa di sebut complong/no.1 hingga yang terbesar no.4. Harga saringan ini dibanderol dari harga Rp 35.000 hingga Rp 65.000 per lusin, tergantung dari diameter ukuran saringan. (heibogor/Andi)

 

Sejumlah saringan kawat yang telah jadi di bengkel kerja milik Enjum di Kampung Setu Asem, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (28/11/2020). Dalam sehari, industri rumahan ini mampu memproduksi hingga 70 lusin serokan. (heibogor/Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.