Selesai BORR, Garap Bogor Inner Ring Road

0 96

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menata kawasan Kota Bogor. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur di kota ini agar tertata rapi dan warga Bogor pun merasakan kehadiran pemerintah yang membangun kawasan ini menjadi lebih nyaman  aman di jalan dan lebih penting lagi tidak terjadi kemacetan lagi.

Ketiga pembangunan jalan ini, diyakini dapat mengurai kemacetan yakni pembangunan jalur Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, penggunaan  Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi III A, ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak dan Integrasi alun-alun dan stasiun Kota Bogor yang saat ini sedang berjalan proses pembangunannya.

Pertama,  pembangunan R3 di Kelurahan Katulampa,  Pemkot Bogor sudah  menyelesaikan pembangunan jalur yang sempat sengketa selama bertahun – tahun itu. Penyelesaian itu  dengan penyerahan hasil konsinyasi senilai Rp3,7 miliar kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Penyerahan langsung disaksikan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, setelah mengurai permasalahan dasar dan mendapat dukungan penuh dari DJKN, akhirnya terpetakan bahwa lahan yang menjadi kewajiban Pemkot Bogor untuk menyerahkan konsinyasi tidak seluruhnya. “Jadi nilainya dari sekitar Rp8 miliar yang kita serahkan itu senilai Rp3,7 miliar kepada DJKN dalam bentuk konsinyasi,” kata Dedie, Rabu (18/11/20).

Dedie menjelaskan, salah satu PR Pemkot Bogor sebagai lanjutan pembangunan proses ruas jalan R3 akhirnya diselesaikan. Dalam dua tahun ini, Pemkot Bogor telah menyelesaikan dua bidang. Awal penyelesaian  pada 2019 dan yang baru diselesaikan saat ini. Diketahui, keduanya sempat tertunda pada 2011.

Selanjutnya, Pemkot Bogor akan menyelesaikan dua bidang lagi. Di mana satu titik berada di Kelurahan Empang seluas 3,3 hektar. Dan titik satu lagi perhibahan tanah yang nantinya akan diperuntukkan sebagai kantor Pemkot Bogor masa depan.

Dia melanjutkan, dalam hal ini Pemkot Bogor akan mendukung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, termasuk dalam permasalahan anggaran. Sebab, Dinas PUPR juga merupakan bagian integral dari Pemkot Bogor.

Pemkot Bogor memulai lagi pembangunan jalur Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Oleh sebab itu, Dedie mengatakan, Pemkot Bogor ingin menyelesaikan ‘PR masa lalu’ dari pembangunan R3 ini, agar bisa maju ke pembangunan di masa depan. “Nah PR-PR ini adalah menyelesaikan R3 fase kedua, dari Parung Banteng, sampai Wangun. Berapa biayanya dan sebagainya tentu kita mulai dengan melakukan pemetaan lagi,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemkot Bogor akan melakukan pen lock, lalu mengusulkan anggarannya ke DPRD Kota Bogor. Setelah itu, bisa dilanjutkan ke proyek Bogor Inner Ring Road (BIRR) termasuk proyek R2 setelah semua permasalahan diselesaikan.

Namun, Dedie belum bisa memastikan kapan proyek tersebut akan digarap kembali. “Belum tau kan pembebasannya masih butuh proses. Seperti BIRR itu sejak 2012 kita mulai lagi, kita ikhtiarkan lagi supaya ujungnya bersambung dengan BORR fase berikutnya,” imbuhnya.

Dia menegaskan, Pemkot Bogor akan terus merapatkan dan duduk bersama menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam proyek pembangunan jalan di Kota Bogor. “Kalau kita nggak rapatkan mana mungkin beres. Jadi butuh ketekunan dan langkah-langkah yang sifatnya teknis melibatkan semua pihak duduk bersama,” pungkasnya.

Kedua, pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi III A sudah rampung. Dipastikan bakal beroperasi akhir tahun nanti. Saat ini masih menyelesaikan sengketa lahan yang dialami pembangunan tol di jalan nasional itu.  Ya, pengerjaan konstruksi Jalan Tol BORR Seksi III A ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak terkendala hukum. Musababnya, pada on ramp RSIA Bunda Suryatni masih terjadi sengketa lahan.

“Saat ini dalam tahap penyelesaian dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) lahan. Progres keseluruhan sudah 99,776 persen. Insya Allah bisa beroperasi akhir tahun nanti,” singkat Humas PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Ferry Siregar.

Sementara itu, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Dedi Krisnariawan Sunoto mengatakan, pengerjaan dapat secepatnya diselesaikan. Sehingga, jalan itu dapat dilakukan uji layak fungsi operasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol, Bina Marga dan Kementerian Perhubungan.

Jika beroperasi, Dedi menjelaskan, Jalan Tol BORR Seksi 3 A akan tersambung dengan Jalan Tol BORR Seksi 1 dan Seksi 2 B Sentul-Simpang Yasmin. Dedi merencanakan, pengoperasian jalan tersebut dilakukan secara bertahap.“Tahap saat ini akan dioperasikan tanpa on ramp RSIA Bunda Suryatni mengingat potensi traffic pada on ramp ini sangat kecil. Traffic baru akan besar, apabila jalan tol telah tersambung dengan Jalan Tol Depok-Antasari,” kata Dedie. (**)

Perjalanan Jalur Regional Ring Road (R3)

* Adanya sengketa lahan dengan warga membuat proyek ini tertunda

* Dalam dua tahun ini pemkot selesaikan dua bidang

* Yang pertama ditangani pada 2019 dan kedua diselesaikan tahun ini

* Proyek jalur R3 sempat tertunda pada 2011, dimulai lagi 2012.

* Kesimpulannya, lahan yang harus dibayarkan pemkot Rp3,7 miliar

* Jumlah itu lebih sedikit dari nilai lahan sekitar Rp8 miliar

* Penyerahan uang dalam bentuk konsinyasi disaksikan PN Bogor kepada DJKN

PR-PR terkait Proyek R3

  • Dua bidang yang belum diselesaikan
  • Kelurahan Empang seluas 3,3 hektar
  •  perhibahan tanah yang nantinya diperuntukkan kantor Pemkot Bogor ke depan
  • Menyelesaikan R3 fase kedua dari Parung Banteng sampai Wangu, yang dimulai dengan pemetaan untuk biaya dan sebagainya
  • Mengusulkan anggaran ke DPRD

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.