TPS 3R DLH Mampu Reduksi Sampah Organik hingga Dua Ton Sebulan Manfatkan Lalat Hitam

0 69

Heibogor.com – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce, Recycle dan Reuse (3R) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, berhasil meningkatkan reduksi sampah organik hingga 2 ton dalam sebulan. Solusi penanganan sampah tersebut dengan membiakkan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) menjadi maggot pemakan sampah organik.

Kepala Bidang Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Dimas Tiko menjelaskan, pengurangan sampah organik di sini dilakukan dengan cara alami yakni menggunakan larva lalat hitam yang nantinya akan menghasilkan maggot dan kasgot.

Ini sudah berjalan sejak dari bulan Juli lalu. Bulan Juli sampah organik yang tereduksi sebanyak 250 kilogram, naik menjadi 500 kilogram di Agustus, kemudian September naik lagi menjadi 750 kilogram dan Oktober kemarin mencapai dua ton. Dengan meningkatnya angka tersebut kini sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga mulai berkurang.

Dimas menjelaskan, pengolahan sampah dengan lalat hitam ini awalnya hanya menggunakan beberapa baskom. Namun kini telah memiliki kandang pembibitan sendiri. Di kandang itu, disiapkan media untuk lalat itu bertelur. Telur itu kemudian menjadi larva yang memakan sampah organik hingga akhirnya menjadi maggot BSF. Maggot BSF nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa. Semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari.

“Walaupun ini skala prototipe tapi bisa mengelola sampah hingga 2 ton sebulan. Jadi, sampah itu bisa habis oleh maggot,” bebernya, Kamis (26/11/20).

Selain itu, lanjut Dimas, pihaknya juga memproduksi maggot kering yang bisa untuk pakan ayam, lele, bawal dan patin. Kalau dijual bisa Rp25 sampai 30 ribu per 150 gram. “Sementara ini, maggot kering kami manfaatkan untuk pakan lele. pertumbuhannya cukup bagus dalam sebulan,” ungkapnya.

Masih kata Dimas, budidaya lalat tentara hitam ini, tak hanya menjadi solusi penanganan sampah tapi juga memiliki nilai tambah secara ekonomi. Di sisi lain, maggotnya bisa dijadikan pakan untuk ikan lele, sedangkan kasgot untuk pupuk organik tanaman. Semangat budidaya ini, tidak lepas dari dukungan para Aparatur Sipil Negera (ASN) di DLH yang mengelola sampah organik dari rumah tangganya masing-masing untuk dijadikan pakan maggot.

“Jadi, kami ajak ASN untuk membawa sampah organik khusus food waste ke kantor DLH. Sumber lainnya dari truk transit sampah dan pelaku usaha restoran di Kota Bogor, yang telah memilah sampah organiknya untuk kami manfaatkan di sini,” terangnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.