Latih Warga hingga Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana

0 112

Cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga awal tahun nanti. Untuk itu warga Kota Bogor harus berhati-hati atau waspada setiap terjadi hujan, khususnya warga yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor juga berikhtiar dengan melakukan sosialisasi kepada warga di wilayah rawan bencana tersebut dan melakukan langkah antisipasi terjadi bencana tersebut. “Di  Bogor Selatan ada daerah rawan kekeringan, yakni di Mulyaharja serta rawan angin puting beliung di Kelurahan Genteng,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Priyatna Syamsah, belum lama ini.

Pihaknya juga melakukan kordinasi dengan wilayah. Terutama dengan Kelurahan Tangguh Bencana, yang sudah dibentuk. Mereka adalah warga sudah dilatih untuk menanggulangi bencana. Selain itu, masing – masing kelurahan juga dibentuk forum pengurangan resiko bencana. Untuk piket di BPBD sendiri disiagakan selama 24 jam. “Dalam musim penghujan ini kita tingkatkan eskalasinya, dibanding dengan bulan – bulan yang sebelumnya. Sampai Desember yang diprediksi BMKG, kita siagakan di titik – titik tersebut,” terangnya.

“Kami ada pusdalops dengan nomor 088809112569, bisa langsung menghubungi itu jika ada bencana. Kami lakukan dulu assesment tergantung dari tingkat bencananya. Nanti baru tim reaksi cepat yang bergerak. Apa yang harus dia lalukan dan peralatan yang harus disiapkan dan dibawa,” tutupnya.

Sementara itu di wilayah Bogor Barat kerap menjadi langganan longsor. Camat Bogor Barat, Juniarti Estiningsih meminta semua masyarakat di Bogor Barat menekankan program- menghijaukan lingkungan.

“Kita terus antisipasi juga dengan menerapkan kondisi penghijauan. Masyarakat harus menanam pohon untuk lahan-lahan kosong. Sekecil apapun pemanfaatan lahan terkait penghijauan ini akan mengurangi eksistensi terkait dengan bencana lingkungan. Baik itu bencana yang sifatnya rendah, sedang, maupun berat,” tegas Juniarti  pernah menjabat Kepala BPBD Kota Bogor ini.

Dirinya bersyukur, kesadaran itu mulai dijumpai di sebagian besar kelurahan. Buktinya, Bogor Barat menempatkan wakilnya sebagai finalis pada lomba kebersihan dan lingkungan yakni  Bogorku Bersih. Antusiasme masyarakat dalam menjaga lingkungan sudah bisa ditakarnya melalui kebersamaan sederhana semacam itu.

Pihaknya pun terus menggalakkan upaya penghijauan melalui penanaman pohon secara terus-menerus. Salah satunya, dengan menyebar 2.100 pohon sukun di seluruh wilayah Bogor Barat. Selain fungsi penghijauan, ketahanan pangan masyarakat juga bisa terjaga.

“Kita bekerja sama dengan Gerakan Tanam Pohon (GTP). Karena di masa pandemi ini banyak titik, khususnya wilayah tepi sungai atau masyarakat-masyarakat di bagian dalam, tingkat kemiskinannya bertambah karena terdampak Covid-19 juga, apalagi kekurangan bansos. Jadi, sukun itu bisa jadi pengganti makanan pokok,” bebernya..

Program penghijauan dengan pohon sukun itu sekaligus untuk menjaga kelangsungan ketahanan pangan masyarakat. Menurut Esti, kandungan karbohidrat dalam sukun itu juga tergolong tinggi. Masyarakat bisa menjadikannya alternatif pengganti nasi dalam kondisi darurat di 16 kelurahan tersebut. (*)

Cek Status  Pohon

Pohon tumbang juga menjadi ancaman bagi warga Kota Bogor di musim penghujan. BPBD Kota Bogor  mengantisipasi tumbangnya pohon yang berada di pinggir jalan utama di Kota Bogor.

Bahkan Wali Kota Bogor Bima Arya mensoroti tumbangnya pohon di pinggir jalan yang padat dilintasi kendaraan ini. Menurut dia terdapat kategori pohon yang dianggap rawan tumbang. Pertama memang pohon yang sudah rapuh, keropos, dan pohon yang ketika ada angin sedikit lansung tumbang. “Kedua akar kuat tapi di atasnya rantingnya itu rawan sekali patah menimpa orang ketika cuaca buruk dan hujan,” kata  Bima Arya.

Dirinya mengaku kalau kejadian pohon – pohon yang tumbang itu karena cuaca angin kencang dan hujan yang terus menerus. “Kami meminta Dinas Pertamanan dan BPBD ini keliling menyusuri pohon ini. Karena di Kota Bogor ini kan ada KTP-nya dan bisa didata oleh handphone,” sambungnya.

Selain itu, ada beberapa status pohon yamg sudah terdata. Dari statusnya hijau hingga merah. Hingga saat ini, sudah ada 300 pohon yang dilakukan pengecekan Dinas Pertamanan.

Petugas BPBD Kota Bogor menebang pohon yang rawan roboh di Jalan Ahmad Yani Kota Bogor.

“Antisipasinya, hindari jalan yang banyak pohon – pohon besar. Seperti Ahmad Yani dan Jalan Pemuda, Pajajaran dan Juanda itu titik rawan. Kalau orang Bogor pasti tahu, waktu SMA dilarang ibu saya melintasi jalan itu. Kalau lagi cuaca buruk,” tegasnya. Sejauh ini pula ini, ada 666 pohon yang sudah ber-KTP di Kota Bogor. “Untuk para korban, ada santunan dari pemkot berupa asuransi, dari aturan kita begitu,” tukasnya.

Kepala BPBD Kota Bogor, Priyatna Syamsah menjelaskan, kejadian pohon tumbang yang pertama terjadi di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal pada Senin (2/11) pagi, tepatnya di depan Kantor BPJS Kesehatan, dan melukai dua orang.

Lalu, kejadian yang kedua terjadi di Jalan Juanda, Bogor Tengah. Kejadian ketiga di Jalan Dadali, Tanah Sareal dan menimpa mobil milik warga dan kejadian terakhir di Kampung Tajur, Bogor Selatan. Priyatna menyatakan, dari empat titik tersebut terdapat empat orang luka ringan dan berat. “Korban yang mengalami luka di Jalan Ahmad Yani dan Juanda,” kata Priyatna. (**)

Kelurahan Rawan Bencana

 Kecamatan Bogor Utara

Rawan Banjir : Kampung Bebek, Bantar Jati, Cibuluh dan Tanah Baru.

Rawan Longsor : Cimahpar dan Tegal Gundil.

 Kecamatan Bogor Timur

Rawan Banjir : Baranang Siang, Kalibaru

Rawan Longsor : Katulampa.

 Kecamatan Bogor Barat

Rawan Longsor : Curug, Pasir Jaya, Gunung Batu, Semplak, dan Loji.

 Kecamatan Tanah Sareal

Rawan Banjir : Cibadak dan Sukaresmmi.

 Kecamatan Bogor Selatan

Rawan Banjir : Batutulis

Rawan Longsor : Bondongan, Muara Sari, Lawang Gintung, dan Cipaku

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.