Kurangi Sampah Organik dengan Lalat Hitam

TPS 3R pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, berhasil meningkatkan reduksi sampah organik hingga 2 ton dalam sebulan, Kamis (26/11/20). Solusi penanganan sampah tersebut dengan membiakan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) menjadi maggot pemakan sampah organik. Selain menjadi solusi dalam mengurangi sampah organik, dari sisi ekonomi budidaya maggot ini juga bisa dijadikan pakan untuk lele bahkan menjadi pupuk organik tanaman. (heibogor/Andi)

0 55
Lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) yang sedang kawin di budidaya TPS 3R pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Kamis (26/11/20). Pengolahan sampah dengan lalat hitam ini, awalnya hanya menggunakan beberapa baskom. Namun kini telah memiliki kandang pembibitan sendiri. Di kandang itu, disiapkan media untuk lalat itu bertelur. Telur itu kemudian menjadi larva yang memakan sampah organik hingga akhirnya menjadi maggot BSF. Maggot BSF nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa. Semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari. (heibogor/Andi)

 

Pengolahan sampah dengan lalat hitam ini awalnya hanya menggunakan beberapa baskom. Namun kini telah memiliki kandang pembibitan sendiri. Di kandang itu, disiapkan media untuk lalat itu bertelur. Telur itu kemudian menjadi larva yang memakan sampah organik hingga akhirnya menjadi maggot BSF. Maggot BSF nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa. (heibogor/Andi)

 

TPS 3R DLH Kota Bogor, berhasil meningkatkan reduksi sampah organik hingga 2 ton dalam sebulan. Solusi penanganan sampah tersebut dengan membiakan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) menjadi maggot pemakan sampah organik. (heibogor/Andi)

 

Petugas DLH Kota Bogor, memperlihatkan maggot yang memakan sampah organik di TPS 3R pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Kamis (26/11/20). TPS 3R DLH Kota Bogor, berhasil meningkatkan reduksi sampah organik hingga 2 ton dalam sebulan. Solusi penanganan sampah tersebut dengan membiakan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) menjadi maggot pemakan sampah organik. (heibogor/Andi)

 

Petugas DLH Kota Bogor, mereduksi sampah dengan menggunakan larva lalat hitam atau BSF yang menghasilkan maggot dan kasgot, Kamis (26/11/20). Selain menjadi solusi dalam mengurangi sampah organik, dari sisi ekonomi budidaya maggot ini juga bisa dijadikan pakan untuk lele bahkan menjadi pupuk organik tanaman. (heibogor/Andi)

 

Petugas DLH Kota Bogor, memperlihatkan maggot yang memakan sampah organik di TPS 3R pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Kamis (26/11/20). TPS 3R DLH Kota Bogor, berhasil meningkatkan reduksi sampah organik hingga 2 ton dalam sebulan. Solusi penanganan sampah tersebut dengan membiakan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) menjadi maggot pemakan sampah organik. (heibogor/Andi)

 

Maggot kering hasil pengolahan sampah organik dengan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) di TPS 3R pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Kamis (26/11/20). Maggot kering bisa digunakan sebagai pakan ayam, lele, bawal dan patin. Kalau dijual bisa seharga Rp25 sampai 30 ribu per 150 gram. (heibogor/Andi)

 

TPS 3R pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, berhasil meningkatkan reduksi sampah organik hingga 2 ton dalam sebulan, Kamis (26/11/20). Solusi penanganan sampah tersebut dengan membiakan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) menjadi maggot pemakan sampah organik. Selain menjadi solusi dalam mengurangi sampah organik, dari sisi ekonomi budidaya maggot ini juga bisa dijadikan pakan untuk lele bahkan menjadi pupuk organik tanaman. (heibogor/Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.