Belajar Tatap Muka Mulai Januari 2021 PGRI Minta Keselamatan Siswa Utama

Sistem Belajar Dibagi Bertahap

0 89

Heibogor.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 pada Januari 2021 mendatang.

Menaggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor Amsohi angkat suara soal rencana pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka pada tahun ajaran 2021 mendatang.

Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran tatap muka memang diperlukan bagi peserta. Meski begitu, keselamatan siswa dan guru, juga mesti diperhatikan jika pembelajaran tatap muka dilakukan.

“Tapi tetap, yang harus kita prioritaskan adalah keselamatan siswa. Memang ini bukan model terbaik, tapi mungkin ini bisa kita lakukan secara bertahap,” katanya, Senin (23/11/20).

Menurutnya, peralihan dari pembelajaran daring ke tatap muka perlu penyesuaian dan persiapan khusus mengingat pembelajaran tatap muka yang akan berlangsung nanti berbeda dengan sebelumnya di mana hampir satu tahun penuh siswa/i melakukan pembelajaran secara daring.

Pembelajaran tatap muka ini, secara umum tentunya akan memberatkan tenaga pendidik. Sebab, dalam satu rombongan belajar tidak dapat dilakukan lebih dari 18 siswa dengan proses pembelajaran harus dilakukan dengan sistem bergantian.

“Artinya yang seharusnya guru mengajar satu kelas, meski dibagi dua menjadi dua kelas. Ini adalah konsekuensi yang mesti kita terima, saat pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Pada proses pembelajaran tatap muka nanti, bakal menjadi ujian terberat bagi profesionalisme seorang pendidik. Sebab, mereka bakal dibebankan dengan tugas berat.

“Belum lagi kalau orangtua tidak mengizinkan anaknya belajar tatap muka. Tentu ini akan menjadi tantangan dan tuntutan profesi seorang guru dalam mengajar,” sambungnya.

Tak hanya itu, fasilitas ruang kelas di sekolah juga dipastikan bakal menjadi hambatan proses pembelajaran secara tatap muka. Oleh karenanya, setidaknya setiap sekolah mesti melakukan penambahan ruang belajar, saat proses pembelajaran tatap muka berlangsung nanti.

“Tentu semua pihak dinas dan satuan pendidikan harus mencari solusi yang terbaik untuk hal ini dan mencari solusi bersama. Termasuk honor tambahan bagi guru, sebagai bentuk aspirasi karena mereka bekerja dua kali lipat dari biasanya,” bebernya.

Demikian, untuk memastikan kesehatan pendidikan, PGRI Kabupaten Bogor juga berencana bakal mengajukan Rapid Tes massal bagi tenaga pendidik. “Kita intens koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Karena kita juga harus menjamin tenaga pendidik, jangan sampai profesi guru ini tidak kita perhatikan,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.