Tega!Pembunuh Bayi dalam Kantong Plastik Hitam Ibu Kandung, Malu Hasil Hubungan Gelap

Pelaku Berdarah Dingin dan Dikenal Pendiam

0 63

Heibogor.com – Penemuat mayat bayi di Kampung Kramat RT 02 RW 02 Harapan Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor telah menemui titik terang. Polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku berinisial NS (19) yang tak lain adalah ibu dari bayi tersebut.

“Pelaku pembunuhan bayi yang dibuang kedalam selokan di Kampung Kramat, Cibinong pada Kamis (12/11/20) lalu, berhasil kami ungkap pada Sabtu (14/11/20). Pelaku merupakan ibu kandungnya sendiri berinisial NS,” kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dalam keterangannya, Minggu (15/11/20).

Usut punya usut, pelaku tega membuang darah dagingnya sendiri karena malu memiliki anak di luar nikah. “Pelaku melakukan aksi kejinya ini dengan motif rasa malu, karena mempunyai anak di luar nikah dan sang pacar yang tidak mau bertanggung jawab,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, kata Roland, NS membunuh bayinya sendiri pada Senin (9/11/20) dini hari dengan mencekik leher sang bayi kemudian membuangnya ke selokan yang tidak jauh dari rumahnya.

“Jadi pelaku ini, melakukan perbuatan kejinya pada hari Senin sekitar jam 03.00 WIB, di kamar mandi rumahnya. Setelah dilahirkan, si pelaku kemudian mencekik bayinya sendiri, lalu memotong tali ari ari dengan pisau dapur, lalu membungkus bayinya dengan kantong plastik warna hitam dan membuang ke selokan yang tidak jauh dari rumahnya,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

Sebelum dibuang pelaku sempat mengubur bayinya selama 3 hari

Salah seorang warga sekitar, Budi mengungkap, sebelum pelaku membuang bayinya ke selokan. Pelaku sempat mengubur bayinya dalam kebun di depan rumahnya.

“Sebelum dibuang, sempat dikubur tiga hari di belakang kebun kan lahirnya tanggal 9, begitu ditemukan Kamis (12/11/20) pagi di selokan. Setelah tiga hari, dibongkar lagi, dibuang di saluran air,” terang Budi saat di temui dikediamannya.

Menurutnya, saat warga digegerkan dengan penemuan mayat bayi di lokasi. Pelaku sempat hadir untuk melihat penemuan mayat bayi tersebut. “Dia ada, dia lihat. Dia nonton juga pura-pura enggak tahu pas ada penemuan bayi. Enggak ada rasa menyesal sampai pada nanya ada penyesalan atau gimana, dari fisik memang kalem aja tenang gitu,” ucapnya.

Di dalam kebun tempat pelaku mengubur bayinya terdapat beberapa helai daun pisang yang ditutupi asbes, kontur tanahnya pun terbilang gembur layaknya bekas galian. Sang kakak pelaku berinisial A membenarkan hal tersebut, menurutnya pelaku melakukan aksinya seorang diri tanpa diketahui siapapun.

“Lokasi penguburan sekitar sini, sempat di lihat sama Pak RT di sini. Ngelakuin sendiri, ngubur sendiri, benar-benar kita enggak tahu dia ngelakuin itu,” ungkapnya.

Ia pun mengaku selama ini dirinya tidak mengetahui bila adiknya dalam kondisi hamil lantaran tidak pernah bercerita apapun kepada keluarganya. Pelaku pun, kata A, dikenal warga sekitar merupakan seorang pendiam. “Pendiam banget, kalau main jarang kebanyakan di rumah terus,” tandas A.

Serupa, ketua RW 02 Yunus mengungkap selama berbulan-bulan pelaku tidak pernah terlihat keluar rumah sama sekali. “Memang orangnya tidak banyak omong, pendiam. Saya mikir dia depresi karena ditinggal ibunya hampir satu tahun begitu ibunya meninggal. Dari situ sudah tidak keluar rumah lagi. Ternyata selama ini dia menutupi kehamilan, bukan depresi,” sambungnya.

Selama ini, kata Yunus, pelaku selalu berdiam diri di dalam rumah yang ditinggal oleh sang ayah, tante dan saudaranya bekerja bila siang hari. Sampai akhirnya kini semua terungkap, Polisi sudah mengamankan pelaku di kediamannya.

“Saat ini pelaku sudah kami lakukan penahanan dan kami kenakan pelaku pasal 340 KUHP dan Pasal 80 ayat 3 UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara di atas 7 tahun,” terang Roland kembali.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.