Pemkab Bogor Pasang 240 Titik Wifi Gratis Mudahkan Sistem Belajar Jarak Jauh

0 66

Heibogor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah melakukan pemasangan 240 titik wifi gratis di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor mulai Rabu (11/11/20) kemarin.

Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan selama pandemi Covid-19.

Saat ini proses pemasangan 240 titik wifi gratis sedang berlangsung. Diperkirakan pemasangan wifi di 240 titik tersebut bakal selesai pada Desember hingga Januari 2021 mendatang.

Dianggarkan sekitar 5 Miliar pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memasang wifi tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, meski status Kabupaten Bogor masih zona oranye, namun Pemkab Bogor masih belum menerapkan proses pembelajaran secara tatap muka.

“Kebijakan boleh atau tidaknya pembelajaran tatap muka ada di pemerintah pusat. Pemerintah daerah sifatnya hanya mengikuti rekomendasi saja. Makannya kita fokus menyediakan 240 titik wifi publik, untuk memudahkan pembelajaran daring,” kata Ade.

Dengan tersedianya akses wifi di 240 titik ini diharapkan dapat membuka akses informasi dan komunikasi serta mendukung proses pembelajaran jarak jauh bagi siswa/i sekolah, khususnya pada area blank spot atau area yang sulit dijangkau sinyal internet.

Sambil menunggu proses pemasangan wifi gratis, pihaknya meminta kepada tenaga didik untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran. Baik dengan membentuk kelompok kecil hingga menerapkan sistem mengajar bergilir kepada pelajar.

“Kalaupun masih ada yang tidak terjangkau internet, guru mesti melakukan sejumlah inovasi, baik membuat kelompok belajar dengan bergilir atau cara lainnya. Yang penting anak-anak mesti merasa, walaupun di tengah pandemi Covid-19, anak harus memiliki gairah untuk bersekolah, walau secara daring atau berkelompok,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengaku pihaknya sudah mempersiapkan strategi khusus yang bakal diterapkan apabila Kabupaten Bogor sewaktu-waktu berubah menjadi zona hijau atau kuning.

“Kita sudah lakukan sejumlah persiapan seperti mengintruksikan semua sekolah untuk menyimpan sarana dan prasarana protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan dan lainnya,” tuturnya.

Sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat, sambungnya, pihaknya telah memberlakukan beberapa kebijakan seperti program luar jaringan atau luring. Di mana setiap guru membentuk kelompok yang terdiri dari lima sampai delapan orang yang ditugaskan untuk datang ke sekolah meminta perwakilan dari muridnya mengikuti pembelajaran langsung di sekolah.

“Para guru secara berjadwal datang ke sekolah, satu minggu sekali. Anak murid diminta ke sekolah sebagai perwakilan akan menerima tugas dari guru. Ini sebagai antisipasi sekolah jarak jauh yang tidak terjangkau, bukan sudah tatap muka,” jelasnya.

Sementara, pemasangan wifi gratis juga dilakukan di sejumlah area-area strategis yang dapat dijangkau oleh masyarakat. “Yang pasti lokasinya strategis bagi masyarakat, dan bisa menampung banyak orang agar protokol kesehatan tetap bisa diterapkan di sana,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.