Batu Gagang Golok yang Melegenda, Pernah Digali Namun Tak Diketahui Ujungnya Peninggalan Zaman Kerajaan Padjajaran

0 67

Heibogor.com – Bumi Tegar Beriman dipercaya masih menyimpan sejarah yang kental dengan leluhur tanah Sunda. Tak hanya alamnya yang indah, beragam jenis peninggalan purbakala pun masih tersimpan di tengah hiruk pikuknya wilayah yang kini terus berbenah dari segala inovasi dan infrastrukturnya.

Tak ayal, masih banyak warga yang masih menemukan benda nenek moyang yang berada di pemukiman masyarakat. Salah satunya, Batu Gagang Golok yang terletak di Kampung Kedung Jiwa RT 03 RW 09, Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Batu panjang atau biasa disebut Menhir setinggi 1,2 meter itu menyerupai Gagang Golok. Warga sekitar mempercayai batu tersebut merupakan peninggalan sejarah yang sudah ada sejak kerajaan Padjajaran.

Adalah Yatno (58) salah seorang warga sekitar mengatakan berdasarkan cerita warga yang sudah tinggal di Bojonggede secara turun temurun, Gagang Golok berkaitan dengan terbentuknya Bojonggede bersamaan dengan tanda sejarah lainnya seperti Batu Tapak, Sumur Bandung dan Kapak Persegi.

“Berdasarkan yang diceritakan sesepuh di sini namanya almarhum H. Adi, ini sudah ada sejak zaman kerajaan Padjajaran. Sebenarnya ada dua batu, Batu Gagang Goloknya dan di area Perumahan Gaperi itu ada Batu Tapak. Nah itu berkaitan tentang sejarah Bojonggede,” ungkapnya.

Namun, Yatno belum dapat membeberkan kaitan peristiwa tersebut lantaran minim sumber data yang ia dapatkan. Upaya mengungkap asal-usul penanda sejarah tersebut, katanya, sempat dilakukan oleh tim Kemendikbud beberapa bulan lalu datang langsung ke lokasi.

Batu Gagang Golok yang terletak di Kampung Kedung Jiwa RT 03 RW 09, Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Mikail/heibogor.com

Meski hingga kini belum ada titik terang mengenai tanda sejarah tersebut. “Ini dahulu pernah digali menggunakan alat berat namun tidak ditemukan apa-apa justru alat berat itu malah terpendam. Digali-digali belum ketemu ujung batunya,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran heibogor.vom melalui laman digital, diketahui Menhir adalah hasil kebudayaan zaman batu besar atau Megalitikum sekitar 2500 sampai 1000 tahun Sebelum Masehi (SM).

Para arkeolog berpendapat Menhir digunakan untuk hal yang bersifat religius memiliki makna simbolis sebagai sarana penyembahan arwah nenek moyang. Selain itu Menhir juga berfungsi sebagai tanda peringatan orang yang telah meninggal.

Selain di Bojonggede, Kabupaten Bogor yang masih kelabu sejarah Batu Gagang Golok tersebut. Menhir juga ditemukan di beberapa wilayah Nusantara seperti Nias di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Bali dan Poso di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.