Bima Imbau Warga Libur Panjang Hindari Kerumunan dan Waspada Cuaca Ekstrim

0 35

Heibogor.com – Wali Kota Bogor Bima Arya mengeluarkan surat edaran kepada perangkat daerah dan masyarakat Kota Bogor tentang antisipasi penyebaran Covid-19 pada momen libur dan cuti bersama mulai Rabu (28/10/20) hingga Minggu (1/11/20).

Bima Arya meminta jajarannya dan warga Kota Bogor untuk sedapat mungkin menghindari perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing sembari bersiap dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dan cuaca ekstrim. Pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, utamanya menggunakan masker, cuci tangan dan tidak berkerumun untuk menghindari penularan Covid-19.

“Kami sudah rapat konsolidasi mengantisipasi libur panjang.  Kami imbau agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan. Tapi kalaupun mengharuskan pergi ke luar kota, pulang dari luar kota diwajibkan untuk swab dan isolasi dan tidak boleh berinteraksi sampe hasil swabnya keluar,” ungkap Bima di Balai Kota Bogor, Selasa (27/10/20) kemaren sore.

“Saya juga minta seluruh ASN Kota Bogor yang mau keluar kota, untuk laporan kepada atasannya, kepada kepala dinas. Apabila ada kepala dinas yang mau keluar kota, juga lapor ke saya. Pulangnya wajib swab. Ada sanksi mulai dari teguran sampai sanksi lebih tegas jika ada ASN yang ke luar kota tanpa melapor,” tambahnya.

Bima Arya juga meminta jajarannya untuk menerapkan sistem piket di Balai Kota Bogor selama libur panjang. Bahkan, Bima mengaku tetap berkantor di balai kota meski libur dan cuti bersama.

“Mulai besok saya perintahkan adanya piket di Balai Kota selama libur dan cuti bersama ini. Jadi semua akan dimonitor pergerakan kota lewat CCTV di sini. Libur panjang saya tidak kemana-mana. Saya sendiri tidak akan keluar kota, terus memantau di sini. Jadi Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu adalah hari-hari yang rawan. Kita antisipasi lonjakan warga Jakarta dan sekitarnya ke Bogor. Lalu lintas harus tetap diatur, kemudian protokol kesehatan juga harus tetap dipatuhi,” jelas Bima.

Langkah antisipasi lainnya yang dilakukan Pemkot Bogor adalah dengan menyiapkan 3.000 unit alat rapid test yang akan digunakan untuk memeriksa wisatawan secara acak yang berkunjung ke Kota Bogor selama momen libur dan cuti bersama ini.

“Rapid tes akan dilakukan secara acak di tempat-tempat rawan menimbulkan terjadinya kerumunan. Dinas kesehatan akan melakukan rapid test di tempat umum seperti stasiun, terminal, rumah makan, tempat hiburan, atau wisata seperti Kebun Raya Bogor atau The Jungle misalnya. Kita akan ambil 3.000 sampel,” terangnya.

Guna melakukan pengawasan, Bima pun telah memerintahkan agar seluruh aparat terkait, mulai dari Tim Elang, Tim Merpati, Satpol PP, camat, lurah agar turun ke lapangan guna melakukan pengawasan dan cek titik-titik mana yang dirasakan rawan dan diberikan imbauan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.