Satu Dekade Gojek Hasilkan Solusi Digital untuk Setiap Situasi

0 236

Heibogor.com – Tak terasa sudah satu dekade Gojek hadir dan tumbuh membuat perubahan positif untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebagai super app yang menjadi pionir di Asia Tenggara, perjalanan Gojek untuk terus tumbuh bersama menjadi dorongan motivasi yang kuat dalam memberikan solusi digital dan meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan maupun mitra di dalam ekosistemnya.

Diketahui dari sejarah perjalanannya, Gojek hadir pada tahun 2010 sebagai layanan transportasi online pertama yaitu pemesanan ojek melalui call-center. Pada tahun 2015 Gojek berkembang pesat setelah meluncurkan sebuah aplikasi dengan tiga layanan yaitu GoRide, GoSend, dan GoMart. Seiring berjalannya waktu hingga saat ini, aplikasi Gojek memiliki puluhan layanan yang menjadi solusi untuk setiap situasi dalam mendukung aktifitas masyarakat sehari-hari. Bahkan kini Gojek menjadi salah satu platform teknologi terbesar yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara dengan mengembangkan tiga super app untuk customer, mitra driver dan mitra merchant.

Dalam perjalanannya, banyak inovasi dan inisiatif yang dicetuskan Gojek sudah dirasakan masyarakat Indonesia, khususnya para mitra dan pelanggan Gojek dan umumnya pihak pemerintah di tingkat pusat hingga daerah. Semua itu berangkat dari mimpi Gojek yang ingin membantu memudahkan kehidupan orang banyak melalui teknologi.

Sebut saja layanan GoRide, GoSend, dan GoMart yang diluncurkan pada 2015. Aplikasi ini, memberikan dampak ekonomi untuk Indonesia khususnya membantu mitra driver dan mitra merchant. Sejak bergabung dengan Gojek, kualitas hidup mitra driver meningkat 100 persen. Begitupun dengan mitra merchant di mana, sebesar 93 persen mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi dan 55 persen mitra UMKM naik kelas dari sisi klasifikasi omzet. Para mitra driver Gojek percaya bahwa dengan skema insentif dan kebijakan yang diterapkan Gojek, mereka dapat mensejahterakan keluarga mereka.

Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat dan terus beranjak hingga menjadi grup teknologi terkemuka yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara. Sederet penghargaan pun berhasil diraih Gojek diantaranya founder & CEO Gojek, Nadiem Makarim dianugerahi penghargaan 24th Nikkei Asia Prize, kategori economy and business innovation di Jepang. Kemudian di 2018 Nadiem Makarim masuk dalam daftar ‘2018 Bloomberg 50′ sebagai tokoh bisnis paling berpengaruh dunia. Di samping itu, Gojek menjadi satu-satunya perusahaan di Asia Tenggara yang masuk ’50 Companies That Changed The World’ versi Fortune di 2017. Di tahun yang sama, GoPay dinobatkan sebagai perusahaan teknologi finansial yang paling proaktif dalam mendukung gerakan nasional non-tunai oleh Bank Indonesia. Kemudian di Juni 2019, GoFood festival mencetak rekor MURI dunia sebagai jaringan pujasera usaha UMKM dengan lokasi terbanyak di Indonesia dan dunia.

Memasuki tahun 2020 di saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejumlah layanan Gojek mengalami peningkatan permintaan. Hal tersebut dilihat dari fenomena masyarakat yang mengandalkan aplikasi Gojek agar tetap produktif dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19.  Adanya aturan dari pemerintah untuk bekerja di rumah atau work from home (WFH) memicu peningkatan permintaan dari layanan aplikasi GoFood dan GoMart. Di sini divisi GoFood meluncurkan berbagai inovasi berupa fitur contactless delivery yaitu perluasan layanan dengan menghadirkan kategori makanan siap masak dan pembelian bahan pokok melalui Pasar Mitra Tani. Terobosan ini, naik hingga tiga kali lipat di masa pandemi periode Maret hingga Mei 2020.

Transaksi menggunakan GoPay juga turut meningkat karena kelengkapan fitur GoPay diandalkan masyarakat sebagai opsi pembayaran utama yang aman dan nyaman. Hal itu, sejalan dengan upaya Gojek yang mengedepankan aspek kesehatan dan keamanan masyarakat.  Layanan lainnya seperti GoGames, GoPlay, dan GoTix juga menjadi trend baru masyarakat untuk tetap produktif dan mendapat hiburan berkualitas selama di rumah saja. Peningkatan jumlah sesi permainan di GoGames bertambah sebanyak 64 kali lipat. Terakhir adalah peningkatan transaksi layanan pengiriman di GoSend yang meningkat hampir 90 persen.

Tak hanya itu, di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, dalam mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, Gojek memperkenalkan inisiatif J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan) untuk mitra UMKM GoFood, layanan transportasi GoRide GoCar serta Sanitation Point untuk masyarakat. Inisiatif J3K ini, merupakan upaya Gojek dalam memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi mitra dan pelanggan di tengah pandemi global Covid-19 agar para penggunanya tetap dapat produktif dan bisa beraktivitas menjalani keseharian dengan nyaman.

Head of Corporate Affairs Region Gojek Banten Jabar, Arum K. Prasodjo mengatakan, sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan. Memasuki tatanan hidup baru, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

Jaga Kesehatan di dalam inisiatif J3K, sambung Arum, merupakan program Gojek dalam menerapkan gaya hidup sehat terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari. Salah satu inisiatif utama Jaga Kesehatan adalah mewajibkan penggunaan masker dan hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di 200 titik Posko Aman J3K di berbagai kota besar. Pengecekan suhu tubuh ini pun berlaku bagi karyawan mitra usaha GoFood. Gojek secara konsisten juga memberikan informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi Gojek.

Adapun Jaga Keamanan di dalam inisiatif J3K lanjut Arum, merupakan program Gojek dalam memberikan perlindungan untuk keamanan bersama. Di dalam aspek ini, Gojek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mereka yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi. Fitur ini, merupakan yang pertama di Indonesia. Gojek juga fokus mengembangkan layanan GoMed sehingga kini pelanggan dapat membuat janji melakukan rapid test Covid-19, di samping juga bisa membeli vitamin, obat-obatan, membuat janji tatap muka dengan dokter dan lain sebagainya yang terkait layanan kesehatan, bekerja sama dengan layanan Halodoc.

Prosedur jaga keamanan juga sangat dioptimalkan untuk layanan GoFood, mulai dari hadirnya layanan GoFood pickup bagi pelanggan yang ingin mengambil sendiri pesanan di outlet mitra hingga pengantaran tanpa kontak fisik (contactless delivery) dengan opsi teks pesan cepat pada fitur Chat di dalam pesanan antara pelanggan-mitra driver yang juga berlaku untuk GoSend, GoShop, GoMart.

Setelah memperkenalkan inisiatif J3K untuk mitra UMKM GoFood, layanan transportasi GoRide GoCar serta Sanitation Point untuk masyarakat pada pertengahan Juli 2020 lalu, Gojek kembali berinovasi dengan melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek keamanan, kesehatan, dan kebersihan di setiap layanannya agar para pengguna setianya tetap dapat produktif menjalani kesehariannya dengan nyaman di tengah pandemi global Covid-19.

Kali ini, inovasi yang berkolaborasi dengan pemerintah Kota Bogor, Gojek meluncurkan fasilitas publik berupa shelter untuk layanan GoRide dan GoCar dengan mengedepankan protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K) di dekat pintu masuk kendaraan Stasiun Bogor, pada Kamis (22/10/2020). Peresmian shelter dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim didampingi Vice President Regional Operations Gojek, Gede Manggala, pihak PT KAI, jajaran dinas terkait dan unsur Muspika Kota Bogor.

Vice President Regional Operations Gojek, Gede Manggala menjelaskan, peluncuran Zona NyAman J3K ini, merupakan bagian dari inisiatif J3K Gojek guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna setianya di tengah pandemi Covid-19. Selain di Kota Bogor, Zona NyAman J3K Gojek di Jabodetabek juga telah tersedia di Stasiun Juanda, Sudirman, Tanah Abang, Stasiun Cilebut, Stasiun Depok Baru, Stasiun Tangerang dan Stasiun Bekasi.

Di seluruh Zona NyAman J3K, pelanggan akan mendapatkan serangkaian protokol sterilisasi seperti implementasi prosedur physical distancing dengan berjarak dalam antrean, cek suhu tubuh, pembersihan tangan dengan hand sanitizer, pemberian masker dan penutup kepala, penyemprotan disinfektan ke helm serta gagang pintu mobil. Setelah protokol sterilisasi selesai dilakukan, pelanggan bisa langsung menggunakan layanan Go Ride atau Go Car sampai tujuan dengan aman dan nyaman. Semua fasilitas dan layanan tersebut tidak dikenakan biaya tambahan apapun.

“Kami memperluas Zona NyAman J3K di beberapa stasiun kereta api di Jabodetabek untuk membantu mobilitas masyarakat baik dari maupun ke kota penyangga Jakarta. Sesuai dengan inisiatif besar J3K dari Gojek, kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh penumpang transportasi umum di wilayah Kota Bogor khususnya kepada para pelanggan dan mitra kami dalam menggunakan layanan Gojek di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan. Dengan hadirnya Zona NyAman J3K ini, Gojek menjadi SuperApp pertama yang menyediakan fasilitas shelter dengan protokol kesehatan di Kota Bogor,” ucap Gede Manggala.

Di samping semua layanan yang telah dijelaskan di atas, Gojek juga telah meluncurkan teknologi yang mampu mendukung pengguna dalam menjaga keamanan data pribadinya di dalam penggunaan teknologi. Teknologi Gojek dijalankan oleh tim keamanan digital kelas dunia dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence dan machine learning untuk dapat menjaga seluruh pihak dalam ekosistem Gojek dari ancaman keamanan. Dalam hal itu, Gojek mencetuskan inisiatif keamanan bertajuk #AmanBersamaGojek yakni sebuah inisiatif dari Gojek untuk meningkatkan keamanan dalam menangkal kejahatan rekayasa sosial di tengah meningkatnya transaksi online.

Inisiatif #AmanBersamaGojek, terdiri dari tiga pilar yakni edukasi, teknologi dan proteksi. Pada pilar edukasi, Gojek menjadi yang terdepan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ancaman keamanan. Sebagai langkah proteksi, Gojek memberdayakan mitra-mitra yang handal dan terlatih untuk dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan. Di samping itu, langkah proteksi juga Gojek berikan lewat jaminan perlindungan yang mencakup asuransi perjalanan, logistik dan akan meluncurkan perlindungan saldo Gopay bagi pengguna. Upaya ini semua merupakan bagian dari komitmen Gojek terhadap keamanan pelanggan maupun mitra di dalam ekosistemnya saat bertransaksi digital. Masyarakat sebagai pengguna teknologi diharuskan memiliki kompetensi keamanan digital yang cukup. Sementara pihak pemerintah dan pelaku industri dapat bekerja sama untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan inklusif.

 

Penulis: Andi M Ridwan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.