Gencarkan Temanco dan Ajak Warga Tak Pandang Sebelah Mata Terjangkit Covid-19

0 41

Heibogor.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus menggencarkan Temanco merupakan gerakan yang dikoordinir Salam Aid, sebuah lembaga sosial kemanusiaan dari Yayasan Progres Insani, pengelola Sekolah Alam Bogor. Gerakan ini bertujuan menghimpun dan mengelola para relawan untuk menjadi teman ‘curhat’ bagi mereka yang masih bergulat dengan Covid-19.

Menurut Direktur Salam Aid, Luthfi Kurnia, Temanco berbasis pada tiga aksi utama yang intinya bertujuan menemani  pasien Covid-19 dan keluarganya.

“Aksi utama pertama Temanco adalah pendampingan psikis yang dilakukan para relawan yang terdiri dari para survivor Covid-19 dengan para pasien. Para survivor akan menjadi teman cerita, teman curhat, dan teman berbagi bagi para pasien Covid-19. Tugasnya bukan mengganti peran dokter atau perawat, tapi bagaimana mereka berbagi pengalaman ketika berjuang mengatasi vius ini,” ujarnya, belum lama ini.

Dukungan seperti itu, menurut seorang penyintas, Ara Wiraswara dirasakan betul manfaatnya. “Dukungan dari orang terdekat dan teman ‘curhat’ memegang peran penting membantu kesembuhan, selain tentu saja obat dan aneka suplemen, serta saran dokter,” ungkap Ara Wiraswara, yang Maret lalu dinyatakan positif tertular Covid-19.

Selama 22 hari menjalani isolasi di rumah sakit ditambah hampir 3 bulan isolasi mandiri di rumah, ia merasakan betul pentingnya teman-teman yang bisa mendampinginya melewati hari-hari yang sepi, menjemukan dan penuh kecemasan.

“Setelah sembuh, Alhamdulilah saya berkesempatan jadi teman ngobrol beberapa orang yang tengah berjuang dengan Covid-19. Kemudian terpikirkan konsep teman ngobrol dengan pasien dan  mengajak lebih banyak para survivor seiring terus naiknya angka positif Covid-19 di Bogor,” katanya.

Menurutnya, ide ini pertama kali didiskusikan dengan sesama survivor dan dengan beberapa sahabat lainnya. Ada semangat yang sama di antara mereka. Sampai kemudian, “Ide ini membesar dengan semangat menjadi gerakan berbasis relawan. Tidak hanya teman ngobrol, tetapi juga pendampingan ekonomi bagi keluarga pasien yang berasal dari keluarga tak mampu,” lanjutnya.

Mengingat gerakan ini berbasis relawan, menurut Lutfi, pihaknya membuka pendaftaran bagi para survivor yang ingin tergabung sebagai relawan. “Caranya mudah, siapapun tinggal mengakses tautan yang ada di instagram @salamaid dan langsung mendaftar,” bebernya. Untuk pasien Covid-19 sendiri, program Temanco akan ditawarkan kepada setiap mereka melalui Dinkes Kota Bogor sebagai pemilik database pasien Covid-19. “Mereka yang bersedia didampingi ini, yang kemudian akan dihubungi para relawan survivor untuk berbagi cerita dan pengalaman survive dari covid,” kata Lutfi.

Aksi utama kedua Temanco,  adalah pendampingan ekonomi bagi keluarga pasien dari keluarga tidak mampu. Menurut Lutfi, pandemi ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga aspek ekonomi pasien. “Kami ingin membantu warga yang terdampak dengan memastikan kebutuhan pokok mereka tercukupi ketika ada anggota keluarganya harus menjalani isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit,” ungkapnya

Sedangkan aksi utama ketiga Temanco adalah edukasi kepada warga ketika ada tetangganya terpapar Covid-19. Di tengah masyarakat, masih ada warga yang panik berlebihan dan justru berdampak pada buruk pada proses penyembuhan pasien Covid-19. “Kami ingin mengajak warga untuk merasakan empati lebih ketika ada tetangganya terkena Covid-19” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyambut baik hadirnya program Temanco. “Kami selaku pemerintah, tentu saja tidak bisa bergerak dan berjalan sendiri di tengah kenaikan kasus penyebaran virus ini. Gerakan seperti ini insya Allah adalah bentuk sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat untuk bersama melawan Covid-19,” ungkap Sri.

Pandemi virus Corona, diperkirakan masih akan terus berlanjut untuk beberapa waktu kedepan. Penularan kepada siapapun masih sangat dimungkinkan. Pemerintah tidak bisa sendirian mengatasi wabah ini. Perlu dukungan dan kontribusi masyarakat. Kesadaran diri kita untuk selalu waspada dan disiplin memenuhi protokol kesehatan, tetap menjadi syarat utama. Tindakan disiplin diri itulah kontribusi terpenting yang dapat diberikan oleh siapapun warga masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.