Pihak Pengembang Perumahan di Cibinong Tegaskan Perlu Waktu Pecah Sertifikat dari Induk

0 47

Heibogor .com- Pihak pengusaha atau pengembang Perumahan di Cibinong yang diduga melakukan penipuan angkat bicara mengenai pelaporan yang dilakukan oleh 20 pelanggannya ke Polres Bogor.

Diketahui, pihak pengusaha dan pengembang Perumahan Erfina Kencana Regency belum memberikan Sertifikat dan Akta Jual Beli (AJB) kepada 20 pelanggannya. Sehingga 20 pelanggan melaporkan dugaan penipuan ini ke Polres Bogor.

Staf Legalitas dan Kredit Pemilikan Rumah PT. Pancanaka Swasakti Utama, PT. Pancanaka Samaktha dan PT Bina Samakhta, Yusuf Sulaiman mengatakan kendala belum terbitnya Sertifikat bagungan dan tanah pada tahap dua tersebut lantaran ada bagian blok yang belum dipecah sertifikatnya dari Induk.

“Itu jadi yang tahap dua belum dipecah bagian Blok Basketball. Jadi tahap dua itu oleh Pancanaka Samaktha, yang sudah dipecah sertifikatnya yakni blok Squash dan Downhill. Nah kalau blok Basketball masih di Induk,” kaya Yusuf, Senin (19/10/20).

Ia mengaku sudah ada para pelanggan Perumahan tersebut yang membayar lunas namun belum mendapat sertifikat. Selain karena belum dipecah, katanya, untuk blok Basketball tidak diagunkan lantaran tidak menerapkan Kredit Yasa Griya (KYG) atau pembiayaan kredit konstruksi.

“Kita ada sertifikatnya aslinya atau copyan tapi untuk Basketball induk itu tidak kita agunkan. Karena biasanya developer butuh dana buat pembangunan rumah atau KYG kalau kita tidak ada KYG. Ada sertifikat, tapi belum selesai,” jelasnya.

Selain itu, ia mengaku kendala lainya karena anggarannya cukup besar mengingat blok Basketball tersebut luasnya 1,3 hektare berbentuk letter L. “Ujung ke ujung Letter L. Jadi kita anggarannya sama manajemen pusat, sama di sini itu masih anggaran pemecahan blok Basketball,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 20 orang menjadi korban penipuan salah satu komplek Perumahan di Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor. Kuasa Hukum 20 korban, Selestinus Ola membuat laporan tertulis ke Polres Bogor meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus yang menyeret nama tanah dan bangunan Perumahan Erfina Kencana Regency di Cibinong.

“20 orang klien kita beberapa sudah bayar lunas. Kesepakatan bertahun-tahun dua hingga tiga tahun. Namun hingga saat ini tidak dapat Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikatnya,” ucap Ola di Polres Bogor, Senin (19/10/20). 20 kliennya pun sudah melakukan usaha menemui pihak pengusaha, namun pihak pengusaha, kata Ola sulit untuk ditemui. Menurutnya terdapat celah tindak pidana dalam kasus penipuan ini. Terlebih ditemukan beberapa hal janggal dalam proses jual beli.

Ola mengungkap perikatan jual beli hanya sebatas Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) yang dibuat sepihak oleh pengusaha berikut dalam isinya yang dinilai banyak bertentangan dengan Undang Undang Perlindungan Konsumen (UUPK).

“Sistem pembayaran ada yang cash ada yang bertahap itu pun atas nama PT Pancanaka Swasakti Utama, namun Rekeningnya atas nama lain dengan nama PT Bina Samaktha, itu problem. Bahkan ada yang ditransfer melalui rekening pribadi seorang Proyek Manajer dengan nama Kurnadi,” ungkapnya.

Dalam SPJB, lanjut Ola, pun tidak jelas lantaran pihak pengusaha hanya menyebut menguasai sebidang dan beberapa bidang tanah di wilayah Nanggewer tanpa kelejasan.

Demikian Ola menyimpulkan bahwa pihak pengusaha telah melakukan tindak pidana terkait dengan UU Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Penipuan atau Penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Memberikan kuasa penuh kepada pihak usaha untuk melakukan perikatan AJB itu pun tidak boleh dalam UUPK,” jelasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.