Puluhan Orang Jadi Korban Penipuan Jual Beli Rumah di Cibinong, Rugi Miliaran

0 106

Heibogor.com – Dugaan kasus penipuan jual beli tanah dan bangunan kembali terjadi. Sedikitnya 20 orang menjadi korban penipuan salah satu komplek Perumahan di Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kuasa Hukum 20 korban, Selestinus Ola membuat laporan tertulis ke Polres Bogor meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus yang menyeret nama tanah dan bangunan Perumahan Erfina Kencana Regency di Cibinong.

“20 orang klien kita beberapa sudah bayar lunas. Kesepakatan bertahun-tahun dua hingga tiga tahun. Namun hingga saat ini tidak dapat Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikatnya,” ucap Ola di Polres Bogor, Senin (19/10/20).=

20 kliennya pun sudah melakukan usaha menemui pihak pengusaha, namun pihak pengusaha, kata Ola sulit untuk ditemui. Menurutnya terdapat celah tindak pidana dalam kasus penipuan ini. Terlebih ditemukan beberapa hal janggal dalam proses jual beli.

Ola mengungkap perikatan jual beli hanya sebatas Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) yang dibuat sepihak oleh pengusaha berikut dalam isinya yang dinilai banyak bertentangan dengan Undang Undang Perlindungan Konsumen (UUPK).

“Sisitem pembayaran ada yang cash ada yang bertahap itu pun atas nama PT Pancanaka Swasakti Utama, namun Rekeningnya atas nama lain dengan nama PT Bina Samaktha, itu problem. Bahkan ada yang di transfer melalui rekening pribadi seorang Proyek Manajer dengan nama Kurnadi,” ungkapnya.

Dalam SPJB, lanjut Ola, pun tidak jelas lantaran pihak pengusaha hanya menyebut menguasai sebidang dan beberapa bidang tanah di wilayah Nanggewer tanpa kelejasan.

Demikian Ola menyimpulkan bahwa pihak pengusaha telah melakukan tindak pidana terkait dengan UU Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Penipuan atau Penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Memberikan kuasa penuh kepada pihak usaha untuk melakukan perikatan AJB itu pun tidak boleh dalam UUPK,” jelasnya.

Ia mengungkap, selain 20 korban tersebut masih ada korban serupa lainnya. Hanya saja belum dalam kuasa kliennya. Dari kasus ini, tiap orang dirugikan sebesar 500 Juta hingga 1,5 Miliar berdasar harga bangunan dalam Perumahan tersebut.

“Kerugian rata-rata di atas Rp500 juta sampai 1,5 Miliar harga rumah. Kita belum totalkan kerugiannya hanya saja kasaran mungkin kerugian diatas 20 Miliar ya. Kita pun sudah menempuh jalur hukum perdata ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hukum pidananya kita laporkan ke Polres Bogor,” terangnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.