Sudah Dikenal Belanda dan Jerman, Kerajinan Wayang Media Art Sepi Pengunjung Akibat Dampak Covid-19

0 34

Heibogor.com – Galeri wayang golek Media Art & Handicraft Bogor, yang berlokasi di Desa Sirnagalih RT 01/RW 07 Gunung Batu Loji, Bogor Barat, Kota Bogor, biasanya ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara hingga kalangan pelajar.

Namun, akibat adanya Covid-19 penjualan wayang golek di galeri tersebut turun drastis karena sepinya tamu yang berkunjung.

Perajin wayang, Entang (73) menuturkan, industri rumahan yang masih bertahan di tengah gempuran produk moderen ini, ia jalani bersama Enday (46) anaknya yang meneruskan keterampilannya membuat wayang golek.

Entang (73) memasangkan baju pada wayang golek di sentra pembuatan wayang golek di wilayah Sindang Barang Loji, Kota Bogor, Rabu (14/1/0/20). (heibogor/Andi)

Sebelum ada pandemi, dalam satu pekan galeri wayangnya biasa didatangi 3 sampai 4 rombongan atau sekitar 10-15 pengunjung. Ada yang turis lokal dan turis asing. Kebanyakan turis dari Eropa. Di samping itu, juga ada kelompok pelajar yang ingin melihat sambil belajar tentang pembuatan wayang.

“Biasanya dari bulan Maret hingga November para turis banyak berdatangan dan berbelanja ke sini. Tapi sekarang karena pandemi Covid sepi sama sekali,” ucap Entang (73) saat ditemui di kediamannya, belum lama ini.

Di sisi lain, Enday menjelaskan, bahan baku yang digunakan untuk membuat wayang golek adalah kayu lame. Kayu ini dipilih agar tidak mudah pecah dan tahan lama. Tahapan prosesnya, awalnya kayu dipotong kemudian dibentuk karakternya dengan cara diukir, dihaluskan, baru di cat.

Sudah itu, baru pasang pakaiannya dengan berbagai kain batik bermotif tradisional. Dalam proses pengerjaan ia melibatkan anggota keluarganya yang bertugas menjahit busana wayang dan memakaikan aksesorisnya.

“Satu wayang dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari sampai seminggu tergantung ukuran. Selain karakter pewayangan, kita juga menerima pesanan wayang golek custom atau karakter lain selain wayang seperti yang baru saya selesaikan kemarin itu membuat pesanan patung anubis,” katanya.

Ia mengungkapkan, usaha wayang goleknya ini, sudah terdaftar di Bogor Tourist Information Center. Bahkan, lokasi workshop nya ini, tercantum dalam buku panduan perjalanan wisata di Jerman dan Belanda. Itu sebabnya dia menggantungkan rezeki kepada turis asing yang datang berkunjung ke workshop nya. Agar produk kerajinannya sesuai dengan selera pasar luar negeri, Enday tak pernah bosan mendengarkan masukan dari para turis, terutama soal desain dan warna.

Menurut Enday, orang Belanda biasanya lebih cocok dengan warna yang orisinal. Sedangkan orang Asia, kebanyakan menyukai warna modern. Namun, ada juga yang menyukai produk wayang yang hanya di cat dengan warna cokelat saja.

“Jadi, mereka datang tidak hanya melihat proses tapi juga membeli wayang untuk dijadikan oleh-oleh. Rata-rata pembelinya sih kolektor atau perorangan untuk dijadikan hiasan. Karena sekarang lagi sepi, penjualan dan produksi juga turun. Para pekerja di sini juga memilih mengerjakan pekerjaannya di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Enday berharap, usaha kecil menengah ini mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah terlebih di masa pandemi ini. Melihat konsumen produk kerajinannya didominasi oleh turis mancanegara.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.