Pasien Miliki Penyakit Bawaan Rentan Terpapar Covid-19

0 67

Heibogor.com – Didampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan melakukan video conference dengan Direktur Rumah Sakit se-Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat (2/10/20) sebelum melakukan peninjauan langsung ke Rumah Sakit.

Bima Arya mengatakan, update terakhir perminggu ini Kota Bogor kembali zona merah. Kota Bogor mengalami penurunan skors dari 199 menjadi 165. Turunnya skor ini disebabkan beberapa faktor sebut saja kasus kematian (Mortality) yang meningkat, yakni adanya enam kematian dalam satu minggu, keterisian tempat tidur, dan angka kesembuhan (recovery rate).

“Kami Ingin meminta kerjasamanya untuk fokus betul, bersama-sama memperbaiki semua lini,” ujar Bima Arya.

Dia menjelaskan, Mortality yang tercatat meninggal positif Covid-19 ada 80 persen yang merupakan pasien dengan penyakit bawaan atau komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, stroke, dan lainnya. Usia pasien yang meninggal pun didominasi usia lanjut.

“Point utamanya pasien dengan komorbid harus menjadi atensi khusus dengan memberikan obat yang akan dikirim kementerian, yakni Klorokuin Fosfat dan Avigant untuk mempercepat kesembuhan,” ujarnya.

Bima melanjutkan, terkait ketersediaan Tempat Tidur (bed) ia meminta kerjasama, terutama delapan Rumah Sakit rujukan agar mengusahakan penambahan bed dan sudah ada beberapa yang bersiap menambah bed.

Tak hanya itu, ia pun meminta Rumah Sakit meng-update data pasien berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor agar tidak berubah-ubah.

“Sesuai dengan apa yang di data kita, fasilitas Covid-19 untuk merah, kuning, hijau semuanya itu disampaikan ke Dinkes, sehingga data tidak berubah ketika kami mengupdate data dengan Satuan Tugas Covid-19 nasional,” tegas Bima.

Pemkot Bogor tengah berupaya menyiapkan satu hotel untuk khusus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang akan dibantu BNPB.

Sementara di BNN Lido, sudah ada 11 OTG diisolasi meski awalnya tidak mudah mengajak pasien kesana, tetapi Pemkot Bogor terus melakukan pendekatan.

“Jadi yang hijau alias tidak ada gejala ini perawatannya tidak lagi di rumah sakit,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan mengatakan, sedikitnya ada 14 indikator dari Kemenkes yang menentukan Zona Merah, lima di antaranya Kota Bogor memiliki skor rendah. Sebut saja penurunan jumlah meninggal, peningkatan jumlah yang sembuh, peningkatan OTG.

“Sudah ada arahan Menko Kemaritiman untuk penyediaan hotel untuk OTG, Menko Kemaritiman pun langsung memberikan instruksi Kemenkes agar obat-obatan langsung dikirim ke Dinkes Kota Bogor. Untuk pasien terkonfirmasi positif dilengkapi datanya, diantaranya alamat KTP dan alamat domisili dibedakan, ini untuk menentukan mitigasi dan pencegahannya. Dengan data ini membantu kita mencegah agar penularan Covid-19 tidak masif,” katanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.