Galeri Rumah Oenik Jadi Rumah Pertama dan Satu-satunya bagi Seniman Lukisan Bakar

0 36

Heibogor.com – Phyrography atau Pirografi seakan masih asing di telinga kita, tak banyak yang tahu dengan salah satu teknik dalam menciptakan karya seni rupa ini. Phyrography adalah salah satu seni dekorasi atau menggambar dalam media kayu atau bahan lain dengan cara membuat gambar dari hasil pembakaran.

Penggiat atau seniman phyrography pun terbilang masih jarang diketahui, umumnya yang dikenal adalah pelukis. Namun, di Kabupaten Bogor sendiri tepatnya di Kampung Ragamukti, Tahur Halang terdapat Galeri Phyrography dengan nama Galeri Rumah Oenik.

Seniman phyrography Arfan Hidayat (55) dan pemilik Galeri Rumah Oenik yang merupakan anaknya sendiri Khrisna (18) mengklaim Galeri Rumah Oenik merupakan galeri Phyrography pertama di Indonesia. Bermula dari gerakan komunitas phyrography di Indonesia yang dibentuk oleh Arfan beranggotakan sekitar 400 orang dari seluruh Indonesia. Dirinya kemudian menyadari belum adanya galeri phyrography di Indonesia melalui kabar setiap anggotanya.

“Awalnya banyak yang tanya bagaimana membuat phyrography ini, akhirnya saya buatkan komunitasnya untuk membahas proses pembuatannya tanpa tinta ini. Berjalannya waktu, legal komunitas ini kita menyadari tidak adanya galeri, kemudian diusulkan anak saya untuk membuat galeri phyrography ini,” ungkap Arfan saat ditemui heibogor.com, Kamis (1/10/20).

Penjelajahan Arfan mencari galeri serupa pun berujung hingga ke internet mencari galeri phyrography namun tak kunjung dapat meski sudah ada beberapa penggiat dan seniman phyrography juga yang mengakui belum adanya galeri phyrography.

“Senimannya banyak, tapi galerinya baru ini di Indonesia, baru satu. Karena saya juga selama empat tahun menekuni phyrography ini punya ratusan murid yang mereka pun tidak tahu sebelumnya keberadaan galeri phyrography di Indonesia,” sambungnya.

Galeri ini, kata Arfan, merupakan ide dari anaknya di mana ia ingin phyrography tak hanya dikenal melalui internet. Namun, dapat dirasakan langsung oleh kalangan umum. Selain itu, galeri diharapkan menjadi wadah bagi para pengguat dan seniman phyrography di Indonesia.

Di galeri ini siapa pun dapat melihat langsung 52 karya phyrography, bahkan hingga proses pembuatannya menggunakan limbah kayu dan kulit sebagai media utama. Tak ketinggalan, terdapat workshop pembuatan karya phyrography bagi yang berminat.

“Saya tegaskan, galeri ini sebenarnya belum resmi buka. Niatnya Maret lalu, cuma terkendala pandemi Covid-19. Akhirnya kita berniat membuka galeri ini pertengahan Oktober nanti,” pungkas Arfan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.