Arfan Hidayat Sulap Limbah Kayu Bekas Jadi Lukisan Bakar Bernilai Tinggi

0 44

Heibogor.com – Bagi sebagian orang melirik limbah kayu menjadikan sesuatu alasan yang tak bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah maupun bernilai komersil. Padahal, limbah kayu jika mau dan bisa diolah dapat mendatangkan keuntungan tersendiri.

Melukis lazimnya menggunakan cat atau sejenisnya. Namun bagamana jika melukis dengan media utamanya api alias dibakar, tentu unik dan langka. Tak ayal, di tangan Arfan Hidayat (55) yang merupakan seniman lukis bakar atau phyrography di Galeri Rumah Oenik, Kampung Ragamukti, Desa Citayam, Tajur Halang, Kabupaten Bogor yang mampu memanfaatkan limbah kayu menjadi berbagai karya seni bernilai jual tinggi serta unik berbeda dari biasanya.

Umumnya, untuk 1 karya dibuat dalam waktu satu minggu. Meski terkesan lama, namun jangan khawatir dengan hasilnya karena sangat menjanjikan layaknya karya dalam museum. Mikail/heibogor.com

Phyrography adalah salah satu seni dekorasi atau menggambar dalam media kayu atau bahan lain dengan cara membuat gambar dari hasil pembakaran. Inilah bidang yang ditekuni Arfan empat tahun belakangan.

Arfan memang sudah memiliki hobi melukis sejak kecil, hal inilah yang menjadi dasar mengapa dirinya tertarik dengan Phyrography. Dirinya mencoba eksplorasi dengan berbagai macam media lukis seperti tanah liat, serbuk kopi dan lain-lain sebelum akhirnya memilih Phyrography sebagai media berkarya.

“Awal mulanya memang saya hobi dari kecil sudah suka melukis pakai tanah liat, kopi, lama-lama mencari inovasi baru akhirnya pakai pena mesin atau soldier untuk membuat karya lukisan bakar ini,” kata Arfan saat ditemui di Rumah Oenik, Rabu (30/9/20).

Limbah kayu, kata Arfan, menarik digunakan lantaran limbah tersebut jarang dimanfaatkan. Untuk itu dirinya berusaha mempergunakan apa yang tidak digunakan sehingga dapat memanfaatkan menjadi kerajinan. Limbah tersebut biasa ia dapat dari penjual tanaman dan perkebunan.

Kayu yang sering digunakan sebagai media pirografinya adalah jenis kayu Lame, Pule dan Mahoni karena jenis kayu tersebut memiliki permukaan yang halus dan memiliki permukaan yang berwarna hampir keputihan mirip canvas lukis sehingga dinilai lebih efektif sebagai media berkarya.

Selain menggunakan media kayu, dirinya juga tak jarang menggunakan limbah kulit nabati sebagai media pirografinya. Kulit sendiri merupakan hasil eksplorasi lainnya dari media kayu. “Melukisnya sendiri menggunakan solder buatan saya sendiri. Sehingga kayu itu terkena panas soldier dan menghitam seperti kita menggambar. Kalau kulit itu nanti seperti timbul gambarnya,” jelasnya.

Di tangan Arfan Hidayat (55) yang merupakan seniman lukis bakar atau phyrography di Galeri Rumah Oenik, Kampung Ragamukti, Desa Citayam, Tajur Halang, Kabupaten Bogor yang mampu memanfaatkan limbah kayu menjadi berbagai karya seni bernilai jual tinggi serta unik berbeda dari biasanya. Mikail/heibogor.com

Lebih lanjut, pria penggemar The Beatles ini mengungkapkan karyanya dibanderol dengan harga mulai Rp300 ribu hingga jutaan rupiah sedangkan dalam pembuatan 1 karya bergantung pada tingkat kerumitan dan ukuran. Umumnya, untuk 1 karya dibuat dalam waktu satu minggu. Meski terkesan lama, namun jangan khawatir dengan hasilnya karena sangat menjanjikan layaknya karya dalam museum.

Tak heran bila karyanya sudah terjual ke berbagai kota besar di Indonesia hingga Jayapura. Bahkan sudah sampai luar negeri seperti Australia, Jepang, Korea, Belanda hingga Brazil. Hebatnya lagi, karyanya sudah sampai ke tangan Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla sekitar tahun 2018.

“Waktu itu diminta pak Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk pameran sebagai produk unik Indonesia yang ditonjolkan. Niatnya saya mau beri hadiah kepada istrinya, cuma sama pak JK dibeli karya saya. Saya pun ngobrol banyak dengan beliau tekait Phyrography ini, karena beliau mengira ini terbuat dari tinta, padahal ini pirografi hasil bakaran,” ucap Arfan.

Bila tertarik ingin membawa pulang hasil karyanya, dapat langsung datang ke galerinya atau menghubungi kontak yang tersedia dalam Instagram @rumahoenik.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.