Eksplorasi Puri Artha Sentosa Buat Laboratorium Perikanan Bantu Ketahanan Pangan Warga

0 28

Heibogor.com – Perumahan Puri Artha Sentosa, Desa Waringin Jaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor dikenal sebagai Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dengan pengolahan sampahnya menjadi pupuk organik dan ketahanan pangan lewat media tanam hidroponik.

Selain memanfaatkan media tanam hidroponik, terdapat juga laboratorium budidaya ikan. Laboratorium yang berada di RT 6 RW 13 Perumahan tersebut tak kalah fungsional dengan laboratorium yang umumnya terdapat di tempat pendidikan tingkat tinggi atau tempat penelitian.

Sang penggagas, Manunggal Aji bereksplorasi menciptakan air asin seperti layaknya air laut menggunakan air tawar yang diproses melalui berbagai teknik menjadi air asin. Dalam laboratorium itu dibudidayakan udang laut putih atau udang vaname sebagai ketahanan pangan lingkungan RW 13.

“Saya coba eksplorasi belajar dari teman-teman perikanan dan teman kampus menciptakan air asin ini dari air tawar. Kita coba budidaya udang vaname ini dari bibit hingga panen,” kata alumnus Teknik IPB ini, Selasa (29/9/20).

Ada 1000 benih udang dibudidayakan, dengan tingkat kematian 20 persen karena harus beradaptasi dengan air olahan. Setidaknya 80 persen sisanya dapat dipanen 3 bulan ke depan. Dalam sekali panen dapat menghasilkan 80 hingga 100 kilogram udang.

Pria yang akrab disapa Bang Aji ini mengatakan selain dikonsumsi oleh warga sekitar, hasil panen udang juga tak jarang dijual di pasar lokal atau secara online. “Kita terkadang jual juga secara online, pasarannya masih sekitar Bojonggede yang beli dan harga pun mengikuti harga pasaran pada umumnya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua RW 13, Taufik memaparkan selain budidaya udang di wilayahnya pun terdapat budidaya lainnya seperti ikan lele dan ikan nila yang dibudidayakan sebagai ketahanan pangan masyarakat setempat.

“Udang ini sudah dipanen kemarin, rencananya akan budidaya ikan Nila. Nah, sebelah sana sebelumnya juga sudah kita budidaya ikan Lele. Nantinya semuanya untuk konsumsi pribadi warga,” paparnya.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan bahwa warga di wilayahnya ingin menjadikan kampungnya sebagai wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa yang tertarik dengan perikanan dan pertanian. Meski sebelumnya sempat menjadi wisata edukasi, namun kepercayan diri mereka belum penuh lantaran masih belum tersedianya sejumlah fasilitas pendukung.

“Ada rancangan menjadi wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa. Sebelumnya memang pernah ada eduwisata disini dari pelajar Depok dan Bojonggede. Tapi kita belum memiliki homestay untuk mereka menginap belajar berhari-hari di sini. Apalagi bisa puluhan orang datang kita perlu lahan lagi,” ungkap Taufik.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.