Lima Jenis Bambu Gunung Salak Panen Perdana, Berharap Bisa Dilirik Pengrajin

0 30

Heibogor.com – Ratusan pohon bambu yang tertanam di punggung Gunung Salak, Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, kini memasuki musim panen. Dari 114 macam bambu yang tertanam di lahan seluas 4,3 hektare tersebut, lima macam di antaranya adalah panen perdana.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gunung Salak, Mardi Hidayatul Fauzan mengatakan, bambu yang saat ini sedang panen yaitu bambu tali, andong, ater, ulung, dan bambu surat. “Kita mulai tanam itu tahun 2017. Alhamdulillah, panen perdana tahun ini sudah bisa dipanen. Kalau panen semua bisa sampai 20 ribu batang,” kata Mardi belum lama ini.

Untuk bambu tali atau yang biasa disebut juga dengan bambu apus sambung Mardi, dapat dipanen tiga kali dalam setahun dengan interval tiga bulan sekali. Namun dalam penebangannya tidak bisa dilakukan sembarangan waktu. “Jam 7 sampai jam 11 itu tidak boleh ditebang hanya boleh dibersihkan karena bambu lagi proses potosintesis. Boleh ditebang dari jam 12 sampai 3 sore, karena di waktu itu bambu sedang istirahat,” jelas pria yang mengawali karirnya di Herbarium Bogoriense Botani ini.

Mantan honorer yang bekerja di LIPI tahun 1994 ini melanjutkan, setiap rumpun bambu tali yang di panen dapat menghasilkan antara 20 sampai 30 batang dengan ukuran diameter 7 sampai 12 sentimeter dan panjang 6,5 meter. Menurut dia, budidaya bambu tali yang dilakukannya tanpa ada perawatan sama sekali hanya menunggu panen sejak bibit-bibit di polybag ditanam di lahan.

“Tidak ada perawatan sebenarnya. Setelah ditanam kita biarkan saja. Nah, setelah tiga tahun baru panen. Setelah itu, tiga bulan kemudian akan panen lagi. Jadi, dalam setahun bisa tiga kali panen per tiga bulan. Selain perbanyakan bambu, tujuan utama penanaman ini untuk menambah debit dan penyerapan air,” jelasnya.

Untuk pemasaran, tambahnya, sementara baru dipasarkan ke toko-toko material melalui tengkulak. Ia berharap ke depan bambu-bambu ini bisa masuk ke sektor pengrajin. “Kalau sudah masuk ke toko material biasanya diseleksi lagi. Ada yang untuk bangunan dan anyaman kerajinan tangan. Jadi, dipisah-pisah sesuai tingkatan atau nilai jualnya (grade) nya. Ada grade Rp13 ribu, Rp11 ribu, dan Rp9 ribu,” ungkapnya.

Selain budidaya bambu, LMDH juga mengelola pembibitan berbagai jenis bambu termasuk jenis bambu ori yang merupakan jenis bambu terbaik di dunia. “Saya melihat lahan di Gunung Salak ini sangat potensi untuk perbanyakan macam-macam bambu. Apalagi pada 2016 dinyatakan 70 persen bambu dunia ada di Gunung Salak. Selain jual kita juga menyediakan bibit bambu. Ke depan kita juga akan coba kembangkan pemberdayaan pengrajin bambu,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.