Uniknya Anggur Brazil Rasanya Bisa Berubah Seperti Tujuh Macam Buah

Konsep Bisnis Agrowisata dan Komersil

0 31

Heibogor.com – Apakah Anda pernah mencoba anggur Brazil? Bagi yang belum pernah, Anda pasti penasaran ingin mencobanya karena buah ini memiliki keunikan rasa. Apa keunikannya sampai banyak orang tertarik membudidayakan anggur ini?

Tren di Taiwan, buah anggur Brazil ini, bukan hanya mengeluarkan rasa anggur tapi juga memunculkan rasa buah yang lain. Ada tujuh rasa yang bisa terasa di setiap buah yang sudah matang yakni rasa leci, jambu biji, manggis, markisa, sirsak, lengkeng dan anggur. Namun, rasa buah yang muncul bisa berbeda-beda tergantung hari kematangannya.

Nah, di Kota Bogor, terdapat petani yang membudidayakan anggur dengan keunikan rasanya tersebut. Berlokasi di daerah Katulampa, anggur dengan aneka rasa itu dibudidayakan oleh Rana Wijaya, pemilik Garden of Prospective Agriculture atau Kebun Pengembangan Pertanian Masa Depan.

Rana mengatakan, anggur jenis Jaboticaba dari keluarga Myrtales ini berasal dari Brazil, Amerika Selatan. Secara fisik pohon anggur Brazil jauh berbeda dengan pohon anggur pada umumnya dan yang membuat menarik, buahnya tumbuh menempel pada batang serta cabang.

Ia menjelaskan, anggur yang ia tanam ini merupakan varietas sabara atau Jaboticaba yang sudah berumur 10 tahun. Anggur Brazil sendiri masuk ke Indonesia lebih dari satu abad lalu. Di mana, indukan anggur tersebut pertama kali dibawa oleh Belanda untuk ditanam di Kebun Raya Cibodas. Dalam perkembangannya pada era 80-an, pohon anggur Brazil banyak dibudidayakan sebagai tanaman bonsai karena batang dan daunnya dinilai bagus.

“Orang tertarik mengebunkan anggur ini karena buahnya produktif dan rasanya enak. Walaupun rasa buah lain itu tidak terlalu dominan, tapi berbagai rasa jenis buah di anggur ini memang ada. Kadang seperti leci, kadang sirsak, kadang jambu biji, beda-beda tiap buah karena kan waktu tumbuhnya juga beda-beda harinya. Jadi, bagi yang sudah mencoba kata mereka memang ada variasi rasa makanya disebut anggur tujuh rasa,” terangnya, Senin (28/9/20).

Rana menerangkan, agar buah tumbuh optimal, pembersihan cabang-cabang di batang menjadi hal rutin. Karena di sepanjang batang itulah nantinya muncul buah yang ditandai keluarnya bunga. Nah, dari bunga akan muncul buah berwarna hijau. Itu bisa berubahnya dalam waktu sebulan. Kemudian matang pertamanya ditandai dari hijau buahnya berubah ke merah. Sedangkan matang sempurnanya dari merah berubah ke hitam itu dalam waktu seminggu.

“Buah ini, dalam setahun bisa panen 3 sampai 4 kali. Nah, biar bisa tumbuh buah kita harus rajin membersihkan cabang-cabang di batangnya. Karena dari situlah nanti keluarnya buah,” jelasnya.

Untuk potensi usaha, sambung Rana, anggur Brazil masih cukup menjanjikan untuk mendatangkan pendapatan. Namun, ada baiknya usaha budidaya anggur Brazil dilakukan dengan konsep agrowisata.

“Meski anggur Brazil ini sudah tak populer, namun anggur jenis ini tetap memiliki nilai komersil tinggi dan masih dicari. Jadi, kalau buat usaha bagusnya untuk agrowisata yang mana pengunjung bisa petik sendiri. Kalau di sini saya memasarkannya secara online. Harga normal per kilonya Rp 100 ribu. Sedangkan kalau eceran per 100 gramnya Rp 25 ribu,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.