Tendangan Tanpa Bayangan Bikin Gaji Sebulan Melayang

Dampak Tindakan Beringas Petugas Satpol PP Amankan Unras HMI

0 55

Heibogor.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan bahwa oknum anggotanya yang melakukan tindak represif terhadap mahasiswa saat aksi pada Kamis (17/9/20) lalu disanksi tidak berikan gaji selama satu bulan.

Hal ini disampaikannya usai meminta maaf kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor saat mahasiswa menggelar aksi lanjutan menuntut Satpol PP meminta maaf atas tindak represifnya di depan Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Untuk anggota yang melakukan tindakan itu sudah diproses, sanksi sudah kita skor dan tidak digaji, diputuskan sebulan tidak digaji. Nantinya akan kita evaluasi lebih lanjut,” katanya, Jumat (25/9/20).

Dirinya merasa prihatin atas tindak represif oknum anggotanya kepada mahasiswa pada Kamis lalu. Di tempat yang sama pun dirinya atas nama Satpol PP Kabupaten Bogor meminta maaf di hadapan para mahasiswa.

“Saya atas nama Kasat (Kepala satuan) Satpol PP Kabupaten Bogor meminta maaf atas kejadian kemarin, saya prihatin atas kejadian kemarin,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor di depan Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, berakhir ricuh Kamis (17/9/20) siang.

Puluhan mahasiswa yang menggelar aksi terkait dugaan polemok maladministrasi terindikasi korupsi dari pembangunan RSUD Leuwiliang terlibat adu dorong dengan petugas keamanan hingga terjadinya aksi saling pukul.

Ricuh bermula ketika satuan petugas dari Polisi dan Satpol PP secara bergerombol keluar dari gerbang tersebut menuju para mahasiswa dan kemudian terlibat aksi saling pukul.

Bahkan salah seorang mahasiwa ada yang terkena pukul, dicekik, hingga ditendang petugas. Dalam video yang beredar luas di sosial media pun menunjukan adanya oknum petugas Satpol PP menendang salah seorang mahasiwa hingga terjatuh.

“Kita kecewa dengan aparat hari ini terkesan represif sampai anggota kita ada tertahan satu di dalam sampai berdarah. Saya orasi dicekik itu, kami tidak terima represif kepolisian dan Pol PP,” kata koordinator lapangan aksi, Badru Tamam di lokasi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.