Siapapun Penggantinya, Ade Sarip: Jaga Silahturahmi dan Sinergitas Berbagai Pihak

0 34

Heibogor.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengamini arah dari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang menggemborkan akan menempatkan pejabat eksternal Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengganti Ade Sarip. Meski begitu Ade berjanji akan mengarahkan penggantinya untuk bersilaturahmi menjaga sinergitas dengan berbagai pihak.

Ade Sarip mengatakan, untuk persoalan Sekda dirinya memandang, tiga besar merupakan tiga terbaik dari yang baik hasil dari Panitia Seleksi (Pansel) lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Selain itu Ade mengaku senada dengan Wali Kota Bogor Bima Arya bahwa tidak ada persoalan Sekda akan diisi oleh eksternal.

“Tidak ada masalah eksternal ataupun internal yang dipilih pak wali. Karena tiga besar ini diyakini memiliki kemapuan yang sama karena tiga terbaik dari yang baik,” ungkap Ade kepada wartawan di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Jalan Kesehatan No. 4, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Kamis (24/9/20) siang.

Ade melanjutkan, selain itu langkah Wali Kota Bogor Bima Arya ada yang berbeda dikarenakan tiga calon sekda ini dipertemukan dengan para Kepala Dinas (Kadis) di Kebun Raya Bogor (KRB) pada Selasa (22/9/20) lalu. Selain itu dilakukan juga melakukan wawancara akhir kepada tiga besar oleh wali kota dengan wakil serta dirinya sendiri.

“Ya, luar biasa mereka dipertemukan oleh semua kepala dinas di KRB. Calon-calon ini disampaikan di depan para Kadis. Dari segi jawaban semua bagus dan pelaksanaan harus direalisasikan. Saya ingin mengawali perkenalan Sekda ini di PWI Kota Bogor agar bisa sinergi dengan wartawan. ASN sama saja karena aturan open bidding itu, saya bisa ke Jakarta dan Bandung selama mau,” tambahnya.

Ade menerangkan, untuk pilihan tetap hak prerogatif pimpinan, tinggal saat ini menerima msukan. Pertanyaan wakil dan sekda kepada tiga terbaik calon sekda pastinya di dengar wali kota. Jadi bisa menambah pertimbangan dari wali kota.

“Bahasa saya terkait internal dan eksternal sama dengan pak wali. Janji seorang pimpinan minimal mewakafkan diri untuk Kota Bogor lebih baik dan tentunya kepentingan masyarakat banyak. Jangan urus urusan proyek saja,” tegasnya. (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.