Lebih Dekat dengan Kampung Neglasari, Sentra Perajin Batik Tematik Berbasis Industri Kreatif

0 40

Heibogor.com – Bagi Anda yang mencari sentra perajin batik yang khas di Kota Bogor, Anda dapat mengunjungi Kampung Neglasari di wilayah Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. Wilayah ini, dikenal dengan sebutan Kampung Batik Cibuluh, yang mana terdapat 8 kelompok yang berisi 40 perajin batik. Selain terdapat perajin batik, di kampung ini, juga terdapat mural bermotif batik yang dilukis di sepanjang kanan kiri dinding rumah warga.

Salah satu perajin batik di kampung ini, Sri Hartati, pemilik Batik Pancawati menjelaskan, 8 kelompok pembatik yang ada di kampung ini yakni batik Melangit, Bumiku Batik, Melinda, Kedaung Kujang, Sadulur, Gaji Seri, Ceri M, dan batik Pancawati.

. Batik Pancawati misalnya yang lebih menonjolkan kearifan lokal dengan corak khas Kota Hujan seperti Harimau Siliwangi, Opat Hanjuang, Dipasalah Pakujajar, dan Lerengkujang. Andi/heibogor.com

Batik Pancawati sendiri berdiri pada 2014 yang di inisiasi oleh lima perempuan di Kampung Cibuluh yang turut serta dalam pelatihan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Seiring berjalannya waktu, usaha Batik Pancawati hanya menyisakan Sri dan juga sang anak Dina.

Lantaran kesulitan sumber daya manusia, Sri kemudian melatih para ibu di Kampung Cibuluh untuk belajar membatik dengan tujuan memberdayakan masyarakat agar bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga di Kampung Cibuluh.

Kampung Neglasari baru diresmikan sebagai Kampung Batik pada Sabtu 24 Agustus 2019 oleh Wali Kota Bogor sebagai kampung tematik berbasis industri kreatif. Pengembangan Kampung Batik Cibuluh ini terwujud atas dukungan kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Dari situ para ibu-ibu yang semula berprofesi sebagai pedagang mulai tertarik menjadi perajin batik. Tambah ke sini tambah banyak peminatnya. Dari 40 perajin batik di Kampung Cibuluh, kami bagi mereka menjadi 8 kelompok batik dengan brand sendiri-sendiri,” kata Sri yang juga pencetus Kampung Batik Cibuluh, akhir pekan lalu.

Seorang wanita melintasi tembok mural bermotif batik di Kampung Neglasari, Cibuluh, Kota Bogor, Kamis (17/9/20). Wilayah yang dikenal dengan sebutan Kampung Batik Cibuluh itu, terdapat 40 perajin batik yang dibagi dalam 8 kelompok. (Heibogor/Andi)

Ia menjelaskan, masing-masing kelompok memproduksi batik di rumah masing-masing. Jika ada yang memesan banyak kelompok lainnya saling membantu untuk mengerjakan batik pesanan tersebut. Produk dari Kampung Batik Cibuluh, lanjut Sri, disesuaikan dengan jati diri Kota Bogor. Batik Pancawati misalnya yang lebih menonjolkan kearifan lokal dengan corak khas Kota Hujan seperti Harimau Siliwangi, Opat Hanjuang, Dipasalah Pakujajar, dan Lerengkujang. “Kalau cari batik Bogor, ya cari di Bogor. Makanya batik kita harus yang benar-benar mencerminkan Bogor,” ucapnya.

Terkait pemasaran, Sri mengatakan, saat ini produk batik di Kampung Cibuluh dipasarkan dengan berbagai cara. Selain bergabung dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bogor dan memperkenalkan batik dari pameran ke pameran, batik Cibuluh juga mulai dikenal lewat penjualan di media daring. “Pemasaran batik kami juga sudah  sampai Papua, dan Jambi. Pernah juga kita pamerkan di Vietnam,” ungkapnya.

Sri Hartati berharap Kampung Batik di Cibuluh ini, tak sekadar sebagai kampung tematik tapi juga menjadi tempat wisata edukasi yang bermanfaat bagi pengunjungnya. “Jadi, enggak sekadar foto-foto, terus pulang. Perlu ada pelajaran yang dipetik dari sini, mungkin nanti wisatawan bisa datang ke sini bisa sambil belajar membatik,” harapnya.

Perajin batik menyelesaikan proses isian pada motif kain batik di Kampung Neglasari, Cibuluh, Kota Bogor, Kamis (17/9/20). Wilayah yang dikenal dengan sebutan Kampung Batik Cibuluh itu, terdapat 40 perajin batik yang dibagi dalam 8 kelompok. (Heibogor/Andi)

Ia menambahkan, selain masyarakatnya yang menekuni pembuatan batik, lingkungan Kampung Batik Cibuluh juga dipercantik dengan berbagai lukisan mural. Di mana, tiap dinding-dinding rumah warga dipercantik dengan sentuhan gambar mural bermotif batik.

“Pengerjaan lukisan mural batik dikerjakan secara gotong royong. Jadi, potensi yang ada di sini selain pembuat batik beserta produk-produk turunannya berupa souvenir juga ada mural batik serta. Tujuan utamanya Kampung Batik dapat meningkatkan kesejahteraan warganya,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.