Hati-hati! Kawasan Puncak Dilanda Cuaca Ekstrem

0 51

Heibogor.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor mengingatkan dalam beberapa hari ke depan kawasan Puncak berpotensi dilanda cuaca ekstrem yang ditandai hujan dengan intensitas lebat.

Menyusul peristiwa hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur beberapa kawasan di Bogor termasuk kawasan Puncak pada Senin (21/9/20) kemarin. Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Bogor, Asep Firman Ilahi mengimbau kepada wisatawan untuk tetap waspada apabila mengunjungi kawasan wisata pegunungan serta menghindari daerah rawan longsor atau pinggiran sungai agae terhindar dari arus kencang apabila datang banjir bandang.

“Sementara hujan kemarin merupakan hujan pertama di musim kemarau ini. Di daerah Puncak diprakirakan awal musim hujan terjadi pada Dasarian pertama bulan Oktober. Namun sejak 3 hari terakhir Puncak diguyur hujan dengan intensitas ringan,” kata Asep, Selasa (22/9/2020).

Berdasarkan data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Citeko bahwa hujan lebat yang terjadi kemarin sejak pukul 15.30 WIB hingga Senin malam tercatat curah hujan 110 mm dalam skala harian dan 95 mm dari pengukuran Pos Polusi Udara Cibeureum, Cisarua.

“Kemarin tercatat curah hujan dalam kategori ekstrim di kawasan Puncak Bogor dengan kategori lebih dari 100 mm per-hari,” ungkapnya.

Ia memaparkan intensitas curah hujan dikategorikan menjadi lima jenis dalam skala harian. Hujan ringan yaitu kurang dari 20 mm, hujan sedang yaitu 30-60 mm, hujan lebat 60-80 mm, hujan sangat lebat 80-100 mm dan curah hujan ekstrim yaitu lebih dari 100 mm per hari. Curah hujan yang terjadi pada hari Senin (21/9/20) kemarin merupakan kategori ekstrem dan pertama kali terjadi sepanjang kemarau tahun ini.

“Hujan di wilayah Bogor, Sukabumi, hingga Banten lebih disebabkan oleh adanya perlambatan angin Timuran. Dari hari Sabtu kemarin arus dari timuran sudah melambat, udara masuk dari Selatan (samudera hindia). Sementara di Utara (laut Natuna) angin timuran berbelok ke utara menyebabkan perlambatan masa udara, akibatnya daerah konvergensi di laut Jawa, imbasnya hujan lebat di Jawa Barat hingga Banten,” bebernya.

Curah hujan berkategori ekstrem di Kawasan Puncak itu pun mengakibatkan pintu air Sungai Ciliwung di Katulampa Kota Bogor siaga 1. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, ketinggian air di pintu Katulampa mencapai 250 cm atau siaga 1 pada pukul 18.18 WIB.

Curah hujan ekstrim itu pun berdampak langsung ke aliran Sungai Ciliwung hingga meluap dan mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang banjir dan bencana longsor. Luapan aliran air Sungai Ciliwung berangsur surut setelah mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.