Dukung PJJ Siswa Enam Kecamatan Pasang Sambungan Internet Gratis

0 67

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaunching pedoman pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan sambungan internet (Wifi) publik secara serentak di enam kecamatan pada Senin (21/9/20). Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, hari ini, secara serentak dilakukan pemasangan wifi publik gratis di wilayah Kota Bogor. Pemasangan wifi publik ini, ditujukan untuk menunjang pembelajaran siswa yang melakukan PJJ.

“Kita baru memasang 50 titik wifi publik dari total 900 titik rencana pemasangan di 797 RW se-Kota Bogor. Kita berharap dengan di-launching-nya wifi publik untuk pelaksanaan PJJ ini, anak-anak atau para siswa yang selama ini mempunyai kesulitan mengakses internet atau orang tua mereka yang kesulitan dari sisi pembelian kuota bisa terbantu,” ucap Dedie usai meresmikan pedoman pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan Wifi publik di Majelis Ta’lim RT 02 RW 05, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat.

Dedie berharap, wifi publik bisa bermanfaat untuk kegiatan belajar secara kolektif atau terbatas namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.  “Ke depan yang harus kita perbaiki konten daring-nya dan harus menyesuaikan. Jangan sampai daring ini membebani siswa karena belajar di sekolah maupun di lingkungan rumah berbeda di kondisi yang masih darurat ini,” ungkapnya didampingi Camat Bogor Barat, Juniarti Estiningsih serta Lurah Margajaya, Yudi Maryudi Somiki.

Terkait wilayah RW zona merah, Dedie mengatakan, pemanfaatan wifi publik ini, dilakukan secara ketat atau ada pembatasan saat proses belajar siswa. Artinya, untuk wilayah zona merah, siswa yang akan menggunakan wifi publik dibatasi hanya 10 orang. Berbeda dengan wilayah RW zona putih atau zona hijau bisa sebanyak 30 orang.

Masih kata Dedie, wifi publik yang disediakan oleh pemerintah ini akan berlangsung selama empat bulan sampai akhir Desember dengan total kuota 50 GB per bulan yang bisa dipergunakan dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB.

“Kita melihat dan kita bahas TAPD dengan DPRD bahwa diperkirakan di tahun 2021 itu masih dalam kondisi pandemi. Oleh karenanya, kemarin kan prioritasnya dalam bidang kesehatan, kemudian dampak sosial ada dampak ekonomi dan sekarang sektor pendidikan. Ke depan Insyaallah sektor pendidikan masuk dalam prioritas penganggaran pandemi Covid-19,” bebernya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kota Bogor dari fraksi Nasdem, Devie Prihatini Sultani (DPS) yang ikut meresmikan pedoman pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan Wifi publik mendamping Wakil Wali Kota Bogor, mengapresiasi langkah Pemkot Bogor dalam menangani dampak pandemi di bidang pendidikan.

Politisi Nasdem yang akrab dipanggil DPS itu mengatakan, pihaknya dari komisi 4 akan terus mendukung semua program pemerintah terutama yang peruntukannya bisa langsung dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. “Ini pembuktian bahwa Pemkot Bogor hadir di tengah masyarakat di masa pandemi ini. Saya berharap dengan adanya wifi publik ini para siswa bisa belajar secara daring dengan baik,” ucapnya.

DPS juga mengingatkan kepada seluruh warga terutama para siswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan pembelajaran maupun berkumpul di suatu tempat. “Pesan saya jalankan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Disiplin pada aturan agar kita tidak terpapar oleh pandemi Covid ini. Disiplin kita adalah vaksin kita,” pesannya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.