Warga Bantarjati Inovasi Kreasi Tangga dan Taman Khayangan Berbentuk 3D

tetap Aktif dan Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

0 45

Heibogor.com – Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tak membuat warga Bantarjati Lebak RW 08, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, berdiam diri menunggu keadaan kembali normal.

Justru hal itu, memicu sebuah gagasan inovasi dari sekelompok warga untuk berkreasi menata permukiman tempat tinggal mereka yang sebelumnya terlihat biasa menjadi lebih bersih, menarik bahkan bernilai seni yang diharapkan bisa menggerakkan perekonomian warganya. Di wilayah RW 08 ini, ada tiga lokasi yang dipercantik dan ditata untuk dijadikan tujuan wisata yakni Taman Khayalan di RT 02, Gang Tumaritis di RT 03, dan Tangga Khayangan di RT 05.

Rudi (42) menyelesaikan lukisan Curug Gonggo di dinding rumah warga di Gang Tumaritis RT 03/RW 08, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (8/9/20). Selain mempercantik wilayah, warga berharap wilayah ini berubah menjadi salah satu tujuan wisata yang bisa menggerakkan perekonomian warga. (heibogor/Andi)

Salahsatu penggerak program Cahyo Prio Nugroho mengatakan, kreasi Tangga Khayangan, Taman Khayalan, dan Gang Tumaritis adalah hasil swadaya masyarakat. Ketiga objek tersebut diciptakan dari kepedulian warga terhadap lingkungan serta keinginan masyarakat yang bercita-cita menjadikan tempat fasilitas umum sebagai tempat bermain dan berkegiatan yang mengasyikan dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayah seperti adanya situs dan bangunan bersejarah, pemanfaatan pinggiran sungai Ciliwung, dan potensi warga yang memiliki keahlian di bidang seni dan budaya.

“Jadi, tujuan kami membuat ini adalah untuk mengubah image wilayah secara positif, mendorong warga tetap produktif dan kreatif di tengah pandemi Covid-19, menciptakan kampung wisata yang unik, apik dan instagramable yang mengusung kearifan lokal yang kental dengan budaya Sunda yang diharapkan bisa meningkatkan ekonomi mandiri warga,” jelasnya, Kamis (10/9/20).

Lebih lanjut Cahyo menjelaskan, Taman Khayalan sudah dikerjakan sejak 27 Oktober lalu dan kini progresnya sudah 80 persen. Tangga Khayangan dikerjakan sejak 15 Juli dan kini progresnya sudah 40 persen. Sedangkan Gang Tumaritis baru satu bulan berjalan namun tahap penyelesaiannya sudah 60 persen.

Seorang warga melewati gambar mural jembatan kayu yang dinamai Tangga Khayangan di wilayah RT 05/RW 08, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (8/9/20). Tangga jalan dengan panjang sekitar 25 meter ini, selain dipercantik dengan lukisan mural juga dihiasi dengan pernak pernik lampu malam serta gapura bambu yang mengangkat kearifan lokal. (heibogor/Andi)

Ia menerangkan, di Tangga Khayangan terdapat gambar mural 3D yang dilukis pada tangga sepanjang 25 meter. Lukisan itu, dibuat oleh kelompok Dapur Pelukis Bogor (DPB) dengan penggeraknya R. Yan Mulyana. Selain itu, di Tangga Khayangan ini, juga akan dipercantik dengan pernak pernik lampu api, gapura bambu, payung warna warni, obor yang menyala di malam hari serta sejumlah lukisan yang akan dipajang di sepanjang tangga. Di sini juga terdapat situs makam sesepuh wilayah Bantarjati.

R. Yan Mulyana (62) menyelesaikan lukisan di Tangga Khayangan di wilayah RT 05/RW 08, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Selain lukisan mural, Tangga Khayangan ini, nantinya akan dihiasi dengan payung warna warni, obor yang menyala di malam hari serta sejumlah lukisan yang dipajang di sepanjang tangga. (heibogor/Andi)

Kemudian di pemukiman Gang Tumaritis, terdapat sejumlah lukisan mural di dinding rumah warga serta bangunan bersejarah berupa DAM atau bendungan peninggalan Belanda tahun 1937 yang masih dirawat oleh warga setempat. Seniman penggeraknya adalah Rudi Chompor. Sedangkan di Taman Khayalan terdapat area bermain, area tanaman hias, wahana ngalun, DAM Cibagolo, penerangan jalan umum (PJU), panggung mini, dan rencananya akan ada flying fox.

“Yang pasti kita akan jadikan kawasan ini sebagai wisata lokal yang mendongkrak ekonomi wilayah dengan konsep pemberdayaan warga lewat seni budaya yang diangkat oleh para seniman lokal dibantu pemuda pemudi dan warga setempat, karena ini semua adalah dari warga dan untuk warga,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.