Pembuatan Guci dari Kardus Bekas

Memanfaatkan sampah kardus bekas, Djoko Suratno warga Kelurahan Kedung Badak, Kota Bogor, Jawa Barat, mampu membuat guci cantik yang tidak kalah menarik dari guci keramik, Rabu (9/9/2020). Meski terbuat dari kardus dicampur dengan sisa nasi yang dilembutkan sebagai perekat, guci ini dijamin kuat dan tahan lama serta anti pecah. (heibogor/Andi)

0 25
Djoko Suratno menyelesaikan pembuatan guci dari limbah kardus, Rabu (9/9/20). Bahan dasar pembuatan guci ini adalah dari kardus bekas yang dipotong-potong kecil kemudian direndam dalam air supaya dapat hancur menjadi bubur kertas. Bubur kertas kardus kemudian dicampur dengan sisa nasi yang dilembutkan sebagai perekat untuk bisa dibentuk menjadi aneka karya yang diinginkan. (heibogor/Andi)

 

Bahan dasar pembuatan guci ini adalah dari kardus bekas yang dipotong-potong kecil kemudian direndam dalam air supaya dapat hancur menjadi bubur kertas. Bubur kertas kardus kemudian dicampur dengan sisa nasi yang dilembutkan sebagai perekat untuk bisa dibentuk menjadi aneka karya yang diinginkan. (heibogor/Andi)

 

Memanfaatkan sampah kardus bekas, Djoko Suratno warga Kelurahan Kedung Badak RT 02/RW 12, Kota Bogor, mampu membuat guci cantik yang tidak kalah menarik dari guci keramik. Meski terbuat dari kardus dicampur dengan sisa nasi yang dilembutkan sebagai perekat, guci ini dijamin kuat dan tahan lama serta anti pecah. (heibogor/Andi)

 

Djoko Suratno menempelkan sisik ular naga dari limbah kardus pada guci kardus, Rabu (9/9/20). Ide kreatifnya ini, mulai ia tekuni sejak tahun 2009 saat ia berada di Kota Malang, Jawa Timur. (heibogor/Andi)

 

Djoko Suratno menguas guci dengan air nasi sebagai perekat agar objek bisa dibentuk menjadi aneka pola yang diinginkan. Proses pembuatan satu buah guci bisa memakan waktu 1 minggu sampai 10 hari tergantung besar ukuran dan tingkat kesulitan model yang dibuat. Sedangkan untuk harga jualnya mulai kisaran Rp 750 ribu sampai Rp 9 juta. (heibogor/Andi)

 

Djoko Suratno menempelkan sisik ular naga dari limbah kardus pada guci kardus, Rabu (9/9/20). Ide kreatifnya ini, mulai ia tekuni sejak tahun 2009 saat ia berada di Kota Malang, Jawa Timur. (heibogor/Andi)

 

Djoko Suratno menempelkan sisik ular naga dari limbah kardus pada guci kardus, Rabu (9/9/20). Bahan dasar pembuatan guci ini adalah dari kardus bekas yang dipotong-potong kecil kemudian direndam dalam air supaya dapat hancur menjadi bubur kertas. Bubur kertas kardus kemudian dicampur dengan sisa nasi yang dilembutkan sebagai perekat untuk bisa dibentuk menjadi aneka karya yang diinginkan. (heibogor/Andi)

 

Djoko Suratno memasang kepala naga yang menjadi ornamen guci yang ia buat dari limbah kardus bekas, Rabu (9/9/20). Meski dibuat dengan proses yang masih manual, tapi ia menjamin produk buatannya kuat, tahan terhadap air dan bisa bertahan lebih dari 5 tahun. (heibogor/Andi)

 

Djoko Suratno warga Kelurahan Kedung Badak RT 02/RW 12, Kota Bogor, menyelesaikan pembuatan guci dari limbah kardus, Rabu (9/9/20). Selain guci, ia juga membuat asbak, aksesoris atau gantungan lampu hias, dan figura untuk foto yang semuanya dari kardus. (heibogor/Andi)

 

Proses pembuatan satu buah guci bisa memakan waktu 1 minggu sampai 10 hari tergantung besar ukuran dan tingkat kesulitan model yang dibuat. Sedangkan untuk harga jualnya mulai kisaran Rp 750 ribu sampai Rp 9 juta. (heibogor/Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.