Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Gedung BNN Lido

0 33

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama penanganan dan perawatan pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan asal Kota Bogor pada Senin (7/9/20). Perjanjian selama satu tahun itu, ditandatangani oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dengan Ketua PPSDM BNN, Sindhu Setiatmoko di gedung PPSDM BNN Lido, Kabupaten Bogor.

Usai penandatanganan, acara dilanjutkan dengan peninjauan gedung pusat isolasi Covid-19 Kota Bogor di area PPSDM BNN. Gedung dua lantai itu, memiliki 23 kamar di mana lantai satu berjumlah 11 kamar 50 kasur dan di lantai dua 12 kamar 72 kasur. Total keseluruhan 122 kasur untuk pasien Covid-19 kategori ringan atau orang tanpa gejala (OTG). Sementara untuk ruangan tenaga kesehatan (nakes) disiapkan sebanyak 20 kamar dengan jumlah 40 kasur. Disediakan juga tempat olah raga dan berjemur serta ruang serbaguna.

Ketua PPSDM BNN, Sindhu Setiatmoko menyampaikan, pihaknya diamanahkan oleh kepala BNN Nasional untuk melakukan sinergitas dalam penanganan Covid-19 dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki. Ia mengungkapkan, gedung pusat isolasi Covid-19 Kota Bogor ini, sebelumnya adalah gedung pusat diklat PPSDM. Namun karena pandemi Covid-19 pelatihan itu dilakukan secara virtual.

“Khusus di PPSDM BNN Lido ini, kita memiliki sarana dan prasarana yang sangat ideal untuk perawatan pasien Covid tanpa gejala atau gejala ringan. Di sini jugakan pusat diklat sehingga pelayanannya tidak hanya medis tapi juga layanan psikologis. Kami siap membantu Kota Bogor dalam memfasilitasi tempat yang ada di kami berupa penginapan dan ruang serbaguna untuk penanganan Covid-19 dalam kurun waktu yang sudah disepakati,” jelasnya.

Gedung dua lantai itu, memiliki 23 kamar di mana lantai satu berjumlah 11 kamar 50 kasur dan di lantai dua 12 kamar 72 kasur. Total keseluruhan 122 kasur untuk pasien Covid-19 kategori ringan atau orang tanpa gejala (OTG). Sementara untuk ruangan tenaga kesehatan (nakes) disiapkan sebanyak 20 kamar dengan jumlah 40 kasur. Disediakan juga tempat olah raga dan berjemur serta ruang serbaguna. Andi/heibogor.com

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyampaikan, pusat isolasi Covid-19 Kota Bogor di PPSDM BNN ini dikhususkan bagi pasien gejala ringan atau OTG. Sebelumnya Pemkot merawat pasien OTG di rumah sakit.

“Di sini tempatnya sangat ideal, kami sangat apresiasi, bersyukur, berterima kasih, pihak BNN sangat merespon ini dengan cepat prosesnya,” katanya. Dia menyebutkan, ada 122 bed yang bisa digunakan Pemkot Bogor untuk mengisolasi pasien tanpa gejala. Ke depan tidak hanya pasien dari RSUD Kota Bogor saja, tetapi semua rumah sakit di Kota Bogor.

“Kita semua siapkan tenaga kesehatannya, tim semua yang di sini kita siapkan. Ini juga untuk menekan skor karena salah satu indikasi peningkatan status dari kuning, orange ke merah adalah ketersediaan ruang rawat inap di rumah sakit,” jelasnya.

Untuk mekanisme pasien OTG yang diisolasi di PPSDM BNN akan terlebih dahulu di deteksi. Jika masih memungkinkan isolasi di rumah dan wilayahnya mendukung, maka diperkenankan. Tapi kalau tidak memungkinkan, apalagi misalnya ada sensasi dari warga akan ke sini langsung dikoordinasikan dengan dinkes. Kerja sama dengan BNN ini kata Bima akan berlangsung selama satu tahun. “Insya Allah, mudah – mudahan tidak sampai setahun Covid-19 selesai,” harapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.