Gerakan Berbagi Internet Warga Gang Kelor Bantu Pembelajaran Daring Siswa

0 35

Heibogor.com – Ada saja inovasi yang dilakukan warga dalam membantu sesama di masa pandemi Covid-19. Salahsatunya inovasi yang dicetuskan oleh Ketua RW 10 Gang Kelor Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, yang membuat gerakan berbagi internet untuk mendukung pembelajaran daring bagi siswa yang orang tuanya kurang mampu karena terdampak secara ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

Menariknya, di gerakan berbagi internet ini, ada empat pilihan bagi warga yang mau berdonasi yakni sedekah Rp 2 ribu, atau menyetor minyak jelantah 1 kg, atau menyetor sampah anorganik 1 kg, atau bisa juga menyumbang satu batang pohon atau bibit kelor.

“Jadi, warga bisa berdonasi dengan menyetor minyak jelantah atau sampah anorganik untuk di daur ulang melalui bank sampah, atau menyetor bibit tanaman kelor satu batang untuk penghijauan wilayah setempat,” kata Ketua RW 10 Agus Rukun saat acara launching sedekah Wi-Fi, Rabu (12/8/20).

Agus mengatakan, sementara ini, di RW 10 ada tiga titik pemancar Wi-Fi yang telah di pasang yakni di RT 01, 03, dan 04. Sedangkan RT 02 bergabung ke RT 03. Biaya pemasangan Wi-Fi dan operasional dilakukan secara patungan antarwarga. Ini dilakukan untuk memudahkan anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.

Ia menuturkan, di wilayahnya terdapat sejumlah siswa dari berbagai jenjang dan sekolah tidak bisa melakukan pembelajaran secara daring karena terkendala kuota internet. Beratnya membeli kuota data yang dikeluhkan para orang tua menjadi tujuan utama yang melatarbelakangi gerakan sedekah internet ini.

“Dari itulah kita menggalang donasi untuk mempermudah anak-anak setempat belajar daring. Kata para orang tua, kalau punya uang mending membeli kebutuhan pokok daripada membeli kuota internet. Karena untuk memenuhi kebutuhan hari-hari saja sudah sulit,” ucapnya.

Sementara, Lurah Menteng, Siswanto mengapresiasi langkah dan semangat gotong royong pengurus RW 10 dalam membantu warga setempat. Menurutnya, dampak dari situasi pandemi pada sektor pendidikan saat ini, mengharuskan orang tua membeli kuota data untuk anaknya belajar secara online. Fakta di lapangan, tidak semua siswa memiliki handphone dan tidak semua orang tua bisa selalu membeli kuota internet.

“Dari itu, saya bangga kepada pengurus RW 10 yang selalu punya inovasi di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. Saya harap semangat gotong royong ini, tidak hanya di masa pandemi saja tapi setelah normal nanti bisa terus berjalan. Saya berharap juga RW lain bisa mencontoh gerakan ini. Semoga Covid cepat berlalu dan situasi normal kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.