Kisah Djamiasih, Bantu Anak Muridnya Baca Tulis Tanpa Dipungut Biaya

0 41

Heibogor.com – Ayo dibaca..coba diulang tadi yang ibu ajarkan. Suara sang guru terdengar jelas dari lantai atas rumahnya yang kini menjadi tempat belajar membaca dan menulis anak muridnya yang kini terhalang belajar tatap muka. Ya, pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 seperti saat ini masih menjadi momok bagi dunia pendidikan.

Tak hanya bagi orang tua yang harus dibekali dengan ponsel pintar (smartphone) atau gawai  dan kuota internet yang cukup guna menunjang proses pembelajaran anak secara daring namun waktu belajar anak pun banyak yang berkurang bahkan belum terbiasa.

Tapi hal itu tidak menjadi masalah bagi Djamiasih (58) salah seorang guru kelas 1 SD di Kampung Poncol RT 03/ RW 01, Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor ini merelakan waktu paginya setiap hari untuk mengajari anak-anak yang masih baru lulus dari taman kanak-kanak (TK) tersebut untuk diajarkan membaca.

Pandemi seperti sekarang ini membuat proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Djamiasih yang akrab disapa Ibu Hj Acih oleh warga sekitar mengajak orang tua anak didiknya belajar di lantai 2 rumahnya secara berkelompok setiap harinya.

Pembelajaran yang baru dimulai sejak 3 Agustus itu dilakukan dua sesi, pukul 09.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB atau hingga adzan berkumandang. Setiap kelompok per sesinya terdiri dari 5 hingga 6 anak didik dan melakukan pembelajaran selama 1 jam setiap sesinya.

Acih sendiri beralasan masih mau mengikuti anjuran pemerintah, tak banyak kerumunan dan memangkas waktu belajar selama 1 jam lamanya. Bahkan, dirinya tidak memungut bayaran untuk proses belajar di rumahnya tersebut.

“Tidak dipungut biaya, tidak sama sekali. Karena tanggung jawab saya sebagai guru. Sudah tugas kita, jadi nyaman saja walau berat kalau ikhlas biasa aja. Tujuan saya cuma untuk anak yang belum bisa membaca jadi mampu membaca. Bayaran tetap pada gaji saya,” katanya saat ditemui  heibogor.com disela-sela mengajarnya, Rabu (12/8/20).

bagi Djamiasih (58) salah seorang guru kelas 1 SD di Kampung Poncol RT 03/ RW 01, Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor ini merelakan waktu paginya setiap hari untuk mengajari anak-anak yang masih baru lulus dari taman kanak-kanak (TK) tersebut untuk diajarkan membaca. Mikail/heibogor.com

Wanita yang sudah 35 tahun mengajar ini mengatakan tak semua anak didiknya mengikuti pembelajaran di rumahnya tersebut. Hanya dikhususkan bagi mereka yang belum lancar dalam membaca, menulis dan berhitung. Sedikitnya 24 murid dari dua kelas yang mau memperdalam keterampilan membaca di rumahnya. Selain itu, ia juga mengaku masih sempat memberikan materi pembelajaran secara daring kepada orang tua murid.

Ia menceritakan banyak orang tua yang mengeluhkan pembelajaran di masa pandemi seperti sekarang. Layaknya orang tua yang menjadi guru kedua di dalam rumah menjadi bagian tanggung jawab para orang tua terhadap proses pembelajaran anak-anaknya.

“Keluhan orang tua banyak sekali. Mereka lebih enak ke sekolah, kalau seperti ini mereka dipaksa menjadi guru mengajari anaknya karena di rumah. Jadi lebih berat sekarang, repotnya terkadang ada yang baru mengirim tugas pukul 12.00 malam,” ujar wanita yang mendekati masa purna bhakti yang tersisa 2 tahun itu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.