Ibu-ibu Ngamuk ke Jokowi Tak Terima Ditegur Buang Sampah Sembarangan

0 26

Heibogor.com – Seorang ibu marah-marah kepada petugas Satpol PP lantaran tidak terima dirinya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) pembuang sampah di Jembatan PDAM Tirta Kahuripan, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Diketahui ibu tersebut berinisial A (56) warga Desa Bojong Baru yang membuang sampah sembarangan di sekitar jembatan yang membatasi wilayah Bojonggede dengan Cibinong tersebut.

Bahkan dirinya memarahi Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Bogor, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi. Dalam video yang tersebar berdurasi 1 menit 29 detik itu dirinya merasa tak bersalah membuang sampah sembarangan di jembatan tersebut. “Iya (buang sampah) di situ kan banyak juga yang buang sampah malahan lebih banyak dan kantongnya besar,” teriak ibu itu kepada Jokowi, Jumat (7/8/20) pagi.

Jokowi kemudian menanggapi ibu tersebut yang seharusnya jangan mengikuti hal yang salah. Sang ibu sendiri mengaku mengetahui kesalahannya tersebut karena menurutnya setiap pagi ada mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengangkut sampah.

Bahkan, ibu yang mengenakan baju warna putih tersebut sudah mengetahui adanya tulisan dilarang membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut. Namun dirinya mengaku buru-buru ingin pulang kampung karena ada keluarganya yang meninggal dunia.

“Setiap pagi ada mobil ambil sampah makanya saya buang ke situ. Saya tahu ada plang dilarang buang sampah tapi banyak orang pada buang sampah di situ. Saya mau ke Jawa, keluarga saya ada yang meninggal, denda berapa duit sih,” kesalnya.

Namun, Jokowi beserta anggota Satpol PP lainnya berusaha memberi tahu ibu tersebut bahwa dirinya harus disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Cibinong karena membuang sampah masuk dalam Tindak Pidana Ringan (Tipiring) sebelum membayar denda.

Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan bahwa prinsipnya Petugas Pol PP akan melakukan tindakan terhadap siapapun yang kedapatan membuang sampah sembarangan tanpa pandang bulu. “Saya sudah memerintahkan agar semua pelanggar untuk mengikuti sidang tipiring di Pengadilan Negeri Cibinong berdasarkan Perda Tibum No 4 tahun 2015, dengan ancaman hukuman maksimal 3 bulan kurungan atau denda 50 juta,” tegasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.