Ade Yasin: Lapor Jika Terima Beras Bansos Kurang Layak, Jangan Teriak Ini Itu

0
Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 212

Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 213
16

Heibogor.com – Bantuan sosial (bansos) tahap II berupa beras bagi warga yang terdampak COVID-19 sudah di distribusikan mulai Rabu (5/8/20) kemarin dimulai dari Kecamatan Cibinong terlebih dahulu menyusul 39 kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin memberi catatan bila ada warga yang kedapatan mendapat beras kurang bagus maka dapat ditukar kembalikan ke masing-masing kantor kelurahan/desa dengan berat yang sama yakni 30 Kg per Kartu Keluarga (KK).

“Tahap dua ini gak ada lagi sedikit teriak-teriak katanya berasnya begini-begitu. Ada perbaikan, kita ada hotline,” kata Ade Yasin, Rabu (6/8/20) kemarin.

Bantuan beras bagi 200.000 Rumah Tangga Miskin (RTM) ini disalurkan kembali oleh Perum Bulog. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bekerjasama dengan Perum Bulog membuat nomor aduan atau hotline teruntuk penerima bansos.

Bila warga menerima beras yang kurang baik atau kurang kapasitasnya dari 30 Kg dapat melaporkan ke hotline tanggap bansos Kabupaten Bogor di nomor 0813-9886-4936. “Kalau ada yang kurang bagus kembalikan ke Kelurahan, RT/RW juga, jadi bisa ganti,” jelasnya.

Selain itu, Ade menambahkan bila ada keluarga yang mampu namun mendapatkan bansos tersebut yang dikhususkan bagi warga kurang mampu maka bansos dapat dipindahtangankan kepada yang berhak.

“Bisa, selama ada update data kita perbolehkan. Kalau datanya tetap lama nanti rancu ke depannya masalah perpindahan itu harus sesuai data. Saya minta kepada lurah, RT/RW, perbulan data harus diperbarui agar administrasinya lancar,” tambahnya.

Di samping itu, setiap lurah atu kepala desa dilarang untuk memecah jumlah beras kepada KRTS sehingga penerima bansos dapat menerima penuh haknya. Bahkan bila kedapatan tetangga KRTS bansos tahap dua meminta bagian beras kepada KRTS, Bupati memperbolehkan.

“Misalnya ada tetangganya belum kebagian bansos baik itu belum dapat Banprov atau Banpres, kalau si penerima mau bagi ke tetangga, gak masalah. Intinya jumlah tidak boleh dipecah lurah, jadi 1 KK mendapat 30 Kg tidak bisa 1 KK mendapat 15 Kg atau kurangnya,” jelasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.