Gugus Tugas Jangan Sampai Kecolongan Awasi Karantina Pasien Positif Covid-19 di Rumah

Antisipasi Penularan Klaster Baru

0 22

Heibogor.com – Ahli Epidemiologi, Tri Yunis Miko Wahyono mengingatkan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor agar mengawasi pasien positif Corona yang karantina mandiri di rumah dengan protokol kesehatan yang ketat. Pasalnya, jika tidak diawasi dengan baik bisa menjadi klaster penularan baru.

“Berdasarkan data 3 Agustus 2020 di Kota Bogor, ada 46 orang yang dirawat di rumah sakit dan 40 orang karantina mandiri. Jadi, yang dikarantina mandiri ini harus benar-benar diawasi, harus diam di rumah. Kalau mereka butuh bantuan beri bantuan,” katanya saat Diskusi dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan jajaran di Posko GTPP Kota Bogor, Kamis (06/08/20).

Kepala Departemen Epidemiologi FKM Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, selain mengawasi pasien yang dikarantina, pemerintah daerah juga harus menyampaikan pentingnya karantina di rumah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dia mengaku merasa kaget karena berdasarkan data penyebaran Klaster di Kota Bogor (10 Maret – 3 Agustus), klaster luar Kota Bogor tertinggi jumlahnya dibandingkan klaster lain, yakni sebanyak 111 orang atau 36,88 persen.

“Dari data klaster luar kota, ternyata yang keluar kota menggunakan kendaraan pribadi ada 80 persen. Jadi, harus dievaluasi lagi, sebetulnya penularannya di mana,” sebutnya.

Ia mengemukakan, jika Kota Bogor akan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), seharusnya jumlah 86 orang yang dikarantina ini bisa diisolasi dengan baik, baik yang di rumah sakit maupun mandiri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor menjelaskan, upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di masa pandemi Covid-19 ini tidak hanya sebatas penanganan di bidang kesehatan, namun juga termasuk jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi.

“Jadi, ada tiga poin penting yang ditangani pemerintah, yaitu jaring pengaman sosial pemulihan ekonomi dan tentunya kesehatan,” katanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.