Rela Belajar Daring di Sungai Ciliwung hingga Terkendala Internet dan Tak Semua Miliki Gawai

Serba-serbi Keluhan Pelajar Belajar Saat Pandemi Covid-19

0
Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 212

Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 213
55

Heibogor.com – Beginilah rutinitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah yang dijalani setiap hari oleh anak-anak yang tinggal di wilayah Kampung Kebon Jukut, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Rabu (5/8/20). Bagi siswa yang tidak memiliki handphone atau terkendala kuota internet pembelajaran dilakukan secara berkelompok dan tatap muka dengan didampingi orang tua atau guru yang datang ke rumah siswa.

Pantauan di lokasi, sejumlah siswa kelas 3 dari SD Negeri Roda menggelar kegiatan belajar di pinggir sungai Ciliwung dengan didampingi orang tuanya di mulai dari pukul 08.00. Di sisi lain masih di lokasi yang sama terlihat juga sekelompok siswa SD Negeri Roda kelas 5 belajar di musala bersama guru kelasnya. Sedangkan siswa kelas 6 yang juga dari SD Negeri Roda belajar di rumah didampingi orang tuanya.

Salah satu orang tua murid, Nuraida mengatakan, sejak dimulainya tahun ajaran baru, pembelajaran dilakukan secara daring. Namun, yang menjadi kendala adalah tidak semua anak memiliki gawai atau handphone (hp). Lalu tidak semua orang tua bisa selalu mengisi kuota internet untuk anaknya belajar.

Ia mengungkapkan, bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi kini mulai mengeluh karena selain memikirkan urusan dapur sekarang harus memikirkan kuota. Belajar online juga menambah kesibukan ibu-ibu di pagi hari yang tadinya hanya mengurus rumah kini ditambah mengurus kuota internet agar anaknya bisa belajar. Belum lagi yang tak punya hp, harus numpang ke tetangga. Dari itu, dirinya yang sudah memasang jaringan wifi di rumahnya memberikan internet gratis kepada anak-anak yang melakukan pembelajaran secara daring.

“Saya berharap anak-anak bisa segera kembali belajar di sekolah. Kalau di sekolah kan anak-anak belajarnya lebih serius, lebih optimal dengan prasarana yang ada dan lebih fokus belajarnya,” kata Nuraida yang juga salahsatu komite di SD Negeri Roda.

Di tempat terpisah, Sofie, salah seorang guru kelas 5 di SD Negeri Roda menuturkan, pembelajaran secara berkelompok dan tatap muka ini, diikuti oleh siswa yang tidak memiliki handphone dan kuota internet dengan didampingi orang tua atau guru yang datang ke rumah siswa.

“Jadi, anak-anak kita bagi dalam beberapa kelompok. Bagi yang tidak bisa online karena tidak punya hp kita kunjungi rumahnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai budaya hidup sehat dan bersih. Lama pembelajaran 2-3 jam tergantung jumlah mata pelajaran yang diberikan,” jelasnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional dalam fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra-AKB) selama satu bulan ke depan yang mulai berlaku dari 4 Agustus hingga 3 September 2020.

Dengan masih berlakunya PSBB Pra AKB ini, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara langsung atau tatap muka di sekolah masih belum diperbolehkan. Namun demikian, hal ini tidak menjadi penghalang bagi sekolah-sekolah di Kota Bogor untuk menyelenggarakan KBM bagi peserta didiknya yang kali ini dilaksanakan secara daring.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.