Nekat Rampas Ponsel Pelajar, Seorang Pemuda Diamuk Warga Gunung Putri

0 19

Heibogor.com – Seorang pemuda berinisial A (20) di Gunung Putri, Kabupaten Bogor menjadi bulan-bulanan warga akibat modus perampasan yang dilakukannya sehingga warga terpancing emosinya mengetahui kelakuan bejat pemuda tersebut.

Beruntung, dirinya diselamatkan anggota Polsek Gunung Putri di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui pelaku melakukan penipuan dan perampasan ponsel milik kedua pelajar berinisial FU dan L.

Mulanya pelaku melakukan penipuan kepada seorang anak remaja dengan modus menanyakan konfirmasi kejadian tawuran yang melibatkan pelajar. Kedua korban yang masih di bawah umur didapati tengah asyik bermain handphone di sebuah Posyandu, terkejut karena dihampiri oleh pelaku yang secara tiba-tiba meminta konfirmasi terkait kejadian tawuran.

Korban yang terkejut dan merasa ketakutan kemudian menyerahkan handphone miliknya kepada pelaku yang meminta handphone korban untuk dicek apakah ada komunikasi yang kaitannya dengan aksi tawuran. Namun pelaku lantas membawa kabur handphone milik korban tersebut.

Karena handphonenya dirampas kemudian korban berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan mengetahui aksi dari pelaku. Ditambah dengan kehadiran anggota kepolisian membuat pelaku panik dan membuang handphone korban ke semak-semak.

Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap warga dan diamankan oleh petugas Polsek Gunung Putri yang sebelumnya sempat diamuk masa karena merasa geram dengan aksi pelaku.

“Jadi pelaku ditangkap oleh warga, namun dilerai oleh petugas dari amukan massa dan pelaku saat ini sudah diberikan perawatan medis oleh Polsek Gunung Putri serta diproses sesuai aturan yang berlaku”, ungkap Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Rabu (5/8/20).

Sementara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Andri menambahkan pelaku hingga kini berhasil diamankan Polsek Gunung Sindur beserta barang bukti yang ditemukan. “Barang buktinya berupa 1 unit handphone milik korban seharga tiga juta rupiah. Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 368 dan atau 378 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.