Atlit Panjat Tebing Muhammad Fauzan Rahman Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Ketinggian 15 Meter, Bangga!

0 82

Heibogor.com – Perayaan Festival Merah Putih (FMP) pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Di tengah pandemi COVID-19 perayaan digelar sederhana dengan mengibarkan bendera merah putih di atas papan panjat tebing Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (3/7/20).

Adalah Muhammad Fauzan Rahman (20) atlit panjat tebing asal Kabupaten Bogor yang kerap mewakili Jawa Barat dalam kejuaraan panjat tebing mengibarkan sang Merah Putih di atas ketinggian 15 meter. Dirinya membawa bendera merah putih yang diberikan langsung oleh Bupati Bogor, Ade Yasin keatas puncak panjat tebing dengan memanjat langsung layaknya atlet yang tengah beraksi dalam kejuaraan.

Di atas tebing, selain mengibarkan bendera merah putih, peraih medali emas panjat tebing pada Porda Jabar XIII 2018 ini bersama atlit lainnya turut mengibarkan baliho merah putih sepanjang 15 meter secara simbolis digelarnya FMP.

Pria yang juga mewakili Indonesia dalam Asian Youth Championship 2017 di Singapura ini merasa bangga dan bersyukur karena terpilih mengibarkan sang merah putih di hadapan Bupati Bogor terlebih di tengah pandemi yang kebanyakan acara banyak ditunda. “Sangat bangga sekali senang banget campur aduk deg-degan juga karena pertama kali mengibarkan merah putih apalagi di depan Bupati sangat bangga sekali,” terangnya.

Adalah Muhammad Fauzan Rahman (20) atlit panjat tebing asal Kabupaten Bogor yang kerap mewakili Jawa Barat dalam kejuaraan panjat tebing mengibarkan sang Merah Putih di atas ketinggian 15 meter.

Selain itu dirinya berharap agar kedepannya dapat kembali dipercaya menjadi tokoh utama yang mengibarkan merah putih dalam acara HUT RI. “Wah sangat bersyukur sekali kalau kembali terpilih mengibarkan merah putih, semoga bisa di acara-acara berikutnya,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan perayaan FMP tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini acara harus menyesuaikan dengan PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) meminimalisir keramaian orang dalam lokasi perayaan. “Kondisinya pandemi sehingga acara disesuaikan dengan AKB meminimalisir keramaian, namun tetap ramai di udara melalui webinar dan jaring virtual,” ujarnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.