Sanggar Mekarsari Kembali Bergeliat dengan Aturan Protokol Kesehatan

0
Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 212

Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 213
59

Heibogor.com – Dampak pandemi Covid-19 membawa lara bagi masyarakat luas. Tidak terkecuali mereka yang bekerja di industri seni dan budaya juga terkena imbasnya. Sanggar Mekarsari salah satunya. Sejak wabah Corona merebak, sanggar ternama di Kabupaten Bogor ini, terpaksa vakum selama beberapa bulan karena mengikuti aturan pemerintah yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pimpinan Sanggar Mekarsari, Ciapus, Kabupaten Bogor, Wawan mengungkapkan, hampir lima bulan aktivitas sanggar stop mulai dari pelatihan menari hingga job-job acara yang banyak dibatalkan ataupun ditunda.

“Ya, sekitar 25 acara ditunda ada juga yang dibatalkan. Bagi kami selaku pekerja seni yang hidupnya dari mentas tentunya sangat terdampak di masa pandemi Covid-19 ini. Mau tidak mau kita harus ikutin aturan dan imbauan pemerintah. Ya, supaya Covid ini juga cepat selesai” ucapnya, Minggu (2/8/20).

Wawan melanjutkan, sekarang ini, pemerintah telah memberlakukan PSBB Transisi Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra-AKB) artinya para seniman dan pelaku seni budaya dapat kembali berkegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah guna pencegahan penyebaran Covid-19. Termasuk acara resepsi pernikahan yang dapat kembali digelar dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

Istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), sambung Wawan, dapat diartikan sebagai tatanan hidup baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari virus Corona. Untuk mengikuti adaptasi itu, Sanggar Mekarsari kembali beroperasi dengan mengedepankan arahan pemerintah yakni menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

“Kami menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 sesuai arahan pemerintah seperti penggunaan masker, face shield, memakai hand sanitizer, menyiapkan tempat cuci tangan di sanggar, melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala. Intinya standar prosedur kesehatan kami lakukan,” jelasnya.

Ia berharap ruang berkesenian bagi para penggiat usaha seni dan budaya dibuka kembali sehingga para seniman bisa kembali bangkit dan berkarya di tengah pandemi Covid-19.

“Di masa Pra AKB ini, para seniman dan pelaku seni budaya dalam beraktivitas harus menyesuaikan dengan aturan yang di tetapkan oleh pemerintah. Hal ini harus kita taati agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Tetap beraktivitas dan berkarya tapi selalu melaksanakan protap jaga kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak,” pesannya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.