Brian Sebelas Kopi Sulap Kertas Bekas Jadi Aneka Kerajinan Kini Tembus Pasar Internasional

0 21

Heibogor.com – Koran bekas atau kertas tidak terpakai umumnya hanya tersimpan di rumah atau bahkan menjadi tumpukan barang bekas tidak terpakai. Namun tidak bagi Brian Wiryawan (44), dirinya justru memanfaatkan kertas tidak terpakai menjadi bahan dasar kerajinan berbagai bentuk.

Dari kertas yang umumnya merupakan koran bekas, dengan teknik menganyam yang dimiliki, Brian dapat menjadikan berbagai kerajinan fungsional seperti tas, bindex, tempat tisu, vas bunga hingga miniatur kapal pinishi. Terbukti, puluhan hingga ratusan karyanya dapat dilihat di Galeri Sebelas Kopi, Kampung Kebon Kopi RT 9 RW 11, Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Craft Sebelas Kopi sendiri memiliki arti khusus baginya, dirinya yang tinggal dalam lingkungan RW 11 sengaja memberikan nama Sebelas, sedangkan Kopi sendiri merupakan Kampung Kopi tempatnya tinggal. Tak hanya itu, ternyata dalam berkarya Brian tak sendiri. Melainkan turut menggandeng tetangganya sebagai pelaku membuat kerajinan.

“Ini merupakan kegiatan sosial ekonomi. Sosialnya melibatkan warga sekitar yaitu tetangga sebagai pelaku. Ekonominya adalah kerajinan ini dapat dijual,” kata Brian saat ditemui di kediamannya, Minggu (2/8/20).

Mulanya, sekitar Oktober tahun 2017, Brian mengadakan roadshow dari RT ke RT memperkenalkan gagasannya membuat kerajinan berbahan dasar kertas tersebut. Sekitar ratusan orang yang rata-rata merupakan IRT tertarik mengikuti.

Dirinya ingin agar ilmunya dalam berkarya dapat ditularkan dan bermanfaat bagi warga sekitar. Mereka dapat memiliki keahlian sekaligus pekerjaan tambahan tanpa harus meninggalkan rumah. Ternyata roadshow itu tidak sia-sia baginya, meski jumlah peminat berkurang namun hingga kini Brian dibantu oleh 27 orang tetangganya yang terdiri dari pengolah bahan dasar dan 4 orang penganyam.

Dari gagasan Brian hingga tangan-tangan para penyerap ilmunya melalui roadshow, menjadikan produk tas sebagai produk paling favorit dengan berbagai ragam bentuk dan warna. Wajar saja bila dalam sehari Brian dapat menghasilkan 5 hingga 6 bentuk dasar tas yang belum diolah.

“Dari masih dalam bentuk dasar kemudian prosesnya dilem hingga menyatu semua kertasnya padat masuk proses cat kemudian finishing dipolitur. Setelah jadi untuk tas terjual dengan harga mulai dari Rp100 Ribu hingga Rp450 Ribu,” paparnya.

Namun untuk produk lainnya, tak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena harganya bervariasi mulai dari Rp20 Ribu dengan produk tempat simpan jarum jahit hingga Rp450 ribu yang merupakan produk tas. Diketahui, karyanya sudah terjual hingga ke Kutai, Palangkaraya, Palembang, Jambi hingga ke Hongkong dan Jerman.

Tak hanya itu, karyanya juga pernah mengikuti berbagai macam pameran kerajinan tingkat internasional seperti di Filipina pada tahun 2018 dan Korea Selatan pada tahun 2019 tidak mengherankan bila kerajinannya dilirik oleh satu pengusaha asal Jerman untuk memproduksi 20.000 pcs selongsong cerutu.

“Ini sedang ada pesanan selongsong cerutu, tempat penyimpanan cerutu ya bukan alat hisap. Mereka pesan 20.000 pcs ke Jerman,” ungkap Brian sembari menganyam di galerinya.

Dalam memasarkan produknya, Brian sendiri belum menggunakan aplikasi online shop. Biasanya dijual melalui aplikasi sosial media seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.