Nadiem Makarim Kunker ke Sekolah Dengarkan Keluhan Belajar Online

0
Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 212

Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 213
30

Heibogor.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melakukan kunjungan kerja di Kota Bogor, Kamis (30/7/20) ddampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Plt Ka.Disdik dan Ka.Diskominfo Kota Bogor, Nadiem diagendakan mengunjungi lima sekolah di Kota Bogor.

Lima sekolah yang dikunjungi yaitu SD Negeri Polisi 1, SMA Regina Pacis, SMP Al Ghazali, SMK Ma’arif Ciomas, dan SMP Muhammadiyah. Dalam kunjungannya, Nadiem melihat langsung aktivitas guru mengajar secara daring. Bahkan, di sela proses pembelajaran, Nadiem dan Bima Arya menyempatkan diri menyapa langsung murid-murid yang belajar di rumah melalui aplikasi zoom.

Dalam kesempatan itu, Nadiem menyampaikan, apa yang dilakukan ini sangat memotivasi dan mengintropeksi dirinya terkait pembelajaran. Apa yang cocok dan tidak cocok untuk dilakukan dalam belajar tatap muka maupun belajar jarak jauh.

Menurut Nadiem, ada dua hal yang perlu menjadi catatan. Pertama, fleksibilitas dalam kurikulum. Kalau ini tidak cocok, pembelajaran jarak jauh jangan dulu dilakukan. “Potensi dasarnya kita rumuskan mana yang terbaik,” kata Nadiem di hadapan para guru.

Kemudian yang kedua, kreativitas dalam mencari narasumber dan konten sendiri. “Tadi saya dengar 70 persen mencari konten di youtube. Yang mana konten-konten itu yang buat adalah para guru yang dengan sukarela mengupload dan membuat konten yang luar biasa sehingga guru-guru lain bisa menggunakan untuk pembelajaran,” ucapnya.

Masalah lainnya lanjut Nadiem, sering ia mendengar keluhan soal biaya kuota data murid apalagi kalau mereka mempunyai dua atau tiga anak. Kemudian pencapaian kurikulum di masa pembelajaran jarak jauh, dan kesulitan dalam aspek teknologi informasi komunikasi (TIK).

“Pertanyaan saya di mana intervensi yang diharapkan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat?,” tanya Nadiem kepada audiens.

Sementara, Bima Arya menyampaikan, di luar sana masih banyak ditemukan persoalan infrastruktur dan persoalan kurikulum. Di sini gurunya sangat inovatif dan kreatif tapi banyak yang mati gaya karena kualitas SDM-nya sangat berbeda ditambah masalah keuangan.

“Dari sisi infrastruktur insya Allah pemerintah kota akan mengalokasikan ini pada anggaran perubahan di 2021. Saya perintahkan Diskominfo mengecek sekolah mana saja yang infrastrukturnya perlu kita intervensi dengan dana dan kita akan bangun supaya aksesnya sama,” kata Bima.

“Kemudian persoalan kurikulum, kita akan gandeng konsultan, bisa dibantu juga oleh guru-guru untuk memberi masukan. Di samping itu, kita juga berharap pemerintah pusat bisa memberikan subsidi kepada orang tua supaya ada sedikit tambahan agar pembelajaran jarak jauh dapat dikuatkan,” tambahnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.