Mulyaharja Panen Raya Ketahanan Pangan Petani Kenalkan Teknologi Bioproduk

0 30

Heibogor.com – Kelompok tani (Poktan) Lemah Duhur Kampung Ciharashas, Kelurahan Muyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, menggelar acara panen raya pada Rabu (29/7/20).

Turut hadir dalam acara panen raya ini, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Robby Bulan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas S Rasmana, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat, Wiratno, unsur muspika Bogor Selatan dan Forkopimda Kota Bogor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Annas S Rasmana menyampaikan, dari data tahun 2017, lahan pertanian di Kota Bogor ada 320 hektar. Namun sekarang tinggal 132 hektar yang baku pertanian tidak boleh diubah sama sekali itu 58 hektar ada di wilayah Katulampa.

Sedangkan lahan pertanian yang bisa diubah ada 74 hektar. Itu bisa diubah dengan syarat yang sangat ketat di antaranya produk pertaniannya harus tetap ada dengan melakukan urban farming. “Jadi, meski lahannya berubah fungsi tapi produksi pertaniannya tetap sama atau meningkat,” kata Annas.

Annas melanjutkan, di Kampung Ciharashas yang sedang panen raya ini, ada 23 hektar. Ini termasuk lahan yang bisa diubah. 3,6 hektarnya sudah organik. “Kami di sini membantu bibit, pupuk, kemudian ada juga bantuan dari provinsi berupa dua handtraktor, mesin pemotong padi, dan caplak (alat penanam padi) insya Allah di awal agustus nanti kita akan melaunching 84 proyek kegiatan dari provinsi dan pusat,” bebernya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat, Wiratno mengatakan, pada musim tanam ini, dari Kementerian Pertanian telah melakukan demplot 10 hektar. Pihaknya memperkenalkan bioproduk berupa pupuk organik, komposer, dan pestisida alami.

Ia menjelaskan, ada asumsi bahwa di mana mana yang namanya petani organik katanya produksinya rendah. Dari itu, para petani dikenalkan pada teknologi bioproduk. Mereka sudah mencoba dan hasilnya alhamdulillah produksinya naik 30 persen. Itu kalau dihitung secara kasar dengan produksi rate 30 persen itu setara dengan 5 juta per hektar kemudian dengan penurunan pupuk organik itu setara dengan 1,5 juta.

Sementara, Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Robby Bulan menuturkan, kegiatan ketahanan pangan ini diharapkan dapat menciptakan ketahanan daerah yang secara umum dapat berimbas ke ketahanan nasional.

“Dari data yang kami dapatkan pertanian organik di Kota Bogor ini sedikit namun dengan program yang dijalankan oleh pemerintah dibantu pendampingan dari kami pertanian ini dapat dikembangkan apalagi ini akan dikombinasikan dengan pariwisata. Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan kami dari Kodim siap membantu kegiatan-kegiatan ketahanan pangan yang ada di wilayah Kota Bogor,” kata Dandim.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, Kota Bogor bukan produsen pertanian. Ga mungkin dengan jumlah lahan yang terus berkurang dari 320 hektar kini hanya 132 hektar. Tetapi yang mungkin adalah surga yang tersisa ini dapat digarap maksimal agar tidak hilang.

“Ini mesti kita jaga dan kembangkan. Karena ini bukan saja mensejahterakan petani tetapi juga mensejahterakan warga. Makanya akan kita gabungkan dengan wisata. Kalau kita serius menggarap tempat ini, insya Allah Mulyaharja akan menjadi kelurahan termakmur di Kota Bogor,” kata orang nomor satu Kota Hujan itu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.