Disdik Tegaskan Tes Cepat Pelajar Saat Sekolah Tatap Muka

0 40

Heibogor.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2BK) dan Dinas Pendidikan (Dinkes) Kabupaten Bogor berencana akan menggelar rapid test untuk para pelajar dan guru.

Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengatakan rapid tes akan digelar apabila para siswa/i sudah masuk sekolah secara tatap muka bergantung dengan Peraturan Bupati (Perbup) yang diterbitkan nantinya setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) berakhir 30 Juli.

“Itu masih pembicaraan, kita menunggu Perbup dahulu apakah Agustus dapat masuk tatap muka atau tidak. Kalau bisa masuk, nah rapid test dimaksudkan untuk karyawan sekolah dahulu. Seperti guru-guru dan karyawan sekolah,” kata Entis kepada heibogor.com, Senin (27/7/20).

Sistemnya, lanjut Entis, nanti tim Dinkes bekerja sama dengan Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat atau Kabupaten Bogor akan mendatangi setiap masing-masing sekolah yang sudah belajar secara tatap muka langsung.

Demikian, Entis telah menyiapkan 2 format sistem pelaksaan tes massal tersebut. Pertama, pihak sekolah menyampaikan kepada orang tua murid agar anaknya dites di rumah bergantung wilayah masing-masing. Sehingga ketika bersekolah, para murid dapat membawa surat hasil test. “Kalau negatif boleh masuk, yang positif enggak,” sambungnya.

Kedua, seperti yang sudah dikatakan Entis sebelumnya. Yakni menggelar tes massal langsung di sekolah bila dalam Perbup sudah memperbolehkan murid masuk sekolah secara tatap muka.

“Kalaupun masuk tatap muka Agustus nanti, kan ada presentase apakah 30% dulu atau 50% dulu, ketika itulah nanti murid akan di test,” jelasnya.

Entis mengatakan saat ini pihaknya belum dapat menggelar tes secara langsung bagi murid dengan berkunjung langsung ke masing-masing rumah murid dengan alasan keterbatasan biaya dan kesanggupan tenaga medis.

Sebelumnya, Kepala DP3AP2BK Kabupaten Bogor, Nurhayati menyebut pihaknya bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor berencana akan menggelar rapid test bagi para pelajar di sekolah dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) pada Kamis (23/7/20) lalu.

Namun, mengingat kondisi ditengah pandemi, simbolis rapid test untuk 20 pelajar terpaksa ditunda dan akan menjadwalkan ulang untuk rapid test kepada para pelajar.

“Situasinya COVID-19 tak mungkin menghadirkan anak keluar rumah. Sehingga nanti kita menyesuaikan jadwal apakah rapid test dilaksanakan di rumah pelajar,” jelasnya.

Bila tes massal untuk pelajar tidak memungkinkan, pihaknya tidak tinggal diam. Opsi lain dibuat seperti memprioritaskan guru atau tenaga didik terlebih dahulu mengingat para murid tengah belajar secara daring atau secara online.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.