Mahasiswa Apresiasi Polri Tegas dan Netralitas Usut Kasus Djoko Tjandra

0 32

Heibogor.com – Beberapa pekan terakhir ini, ramai diperbincangkan oleh publik nama Djoko Tjandra, terpidana kasus korupsi yang merugikan negara Rp940 miliar. Tak hanya itu, salah satu petinggi Polri pun diduga terlibat dalam ‘memuluskan’ langkah buronan Djoko Tjandra.

Kabar menghebohkan itu pun menjadi salah satu topik menarik yang diperbincangkan oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda (FOKAMP) Bogor, Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (INSPIRA) Cabang Bogor, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Himpunan Mahasiswa Islam dan Karang Taruna Kabupaten Bogor.

Menurut Ketua Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Bidang Kajian Strategis & Kebijakan Publik, Rizqi Fathul Hakim, Polri adalah salah satu lembaga strategis yang menjadi tumpuan atau harapan masyarakat atas tegaknya hukum di Indonesia.

“Khusus dalam kasus pelarian buronan Djoko Tjandra yang diduga melibatkan petinggi Polri ini, tentunya kami sangat menyayangkan. Namun, di sisi lain kami mengapresiasi langkah cepat Bareskrim Polri dalam menyikapi kasus ini,” ungkapnya belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Rizqi ini meneruskan, Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz dan Kabareskrim Polri di bawah komando Komjen Pol Listyo Sigit, memberikan warna cerah dalam proses penegakan hukum di tanah air.

“Jendral Idham dan Listyo Sigit memberikan warna baru dalam proses tegaknya demokrasi di Republik ini. Sikap tegas dan tidak pandang bulu dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan oknum Polri ini tentu memberikan ketenangan bagi kami selaku aktivis. Beliau tipikal jenderal muda yang tegas dan berani. Dan untuk persoalan ini, kami sepenuhnya percaya dengan kinerja beliau,” ujarnya.

Sementara, Padillah Pambudi, Ketua INSPIRA Bogor memberikan pandangan lain dalam kasus Djoko Tjandra. Pria yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa fakultas hukum di salah satu universitas swasta di Bogor ini menjelaskan, bahwa dugaan keterlibatan sejumlah oknum Polri dan sejumlah oknum penegak hukum lainnya dalam ‘melindungi’ buronan Djoko Tjandra, menjadi ‘hot topic’ di kalangan aktivis dan mahasiswa.

“Kabareskrim Polri saat ini menurut kami cukup tegas dan berani. Salah satu acuan kecil bagi kami tentu keberanian Kabareskrim mencopot jabatan teman satu angkatannya yang diduga terlibat. Selain itu, beberapa pasal yang disangkakan kepada oknum Polri tersebut bagi kami cukuplah adil,” tandasnya.

Di sisi lain, Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Muhammad Adi Kurnia berpendapat bahwa, bagaimana pun Polri saat ini harus tetap menjaga netralitasnya. Keadilan di tubuh Polri itu sendiri harus ditegakkan sekalipun langit akan runtuh.

Sementara, Gusti Argani, Ketua Umum FOKAMP Bogor mengatakan, Kapolri dan Kabareskrim Polri saat ini telah menunjukkan kelasnya di mata publik Indonesia. Tegas, berani dan demokratis. Di mata hukum semua warga negara adalah sama. Siapapun yang bersalah harus di hukum dengan tegas. “Khusus dalam kasus Djoko Tjandra yang merugikan negara hampir Rp 1 triliun ini, secepat mungkin harus dituntaskan. Dan sejumlah oknum penegak hukum yang diduga terlibat membantu pelarian Djoko Tjandra musti diadili,” ucapnya.

Fungsionaris Karang Taruna Kabupaten Bogor, Lazuardy M Pirossy menambahkan, publik tentu berharap penuh kepada Bareskrim Polri untuk melakukan bersih-bersih di lingkungan Polri. “Saya kira ini hal yang penting karena tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Tri Brata akan meningkat berkali lipat jika penuntasan kasus Djoko Tjandra bisa cepat dilakukan. Kami mendukung langkah Bareskrim Polri untuk menindak oknum-oknum yang mencoreng wajah Kepolisian,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.