Proyek Jalur Puncak 2 Butuh Bantuan Pusat dan Provinsi

0 67

Heibogor.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk melanjutkan pembukaan Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalur Puncak II yang melibatkan anggota TNI.

“Kami mendukung langkah Pemkab Bogor dalam pembukaan Jalur Puncak II oleh TNI. Karena bicara aspek budaya sendiri selama ini kan TNI tergabung di TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). TNI bagian intansi vertikal Kabupaten Bogor,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, belum lama ini.

Rudy menilai untuk membangun jalan alternatif penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur itu tidak akan cukup nila hanya bergantung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor. Menurutnya perlu bantuan dari pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat harus betul-betul intens jadi perhatian khusus. Ini jalur Puncak Dua bukan hanya kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor. Dengan terbuka aksesbilitas jalan sehingga baik Kabupaten hingga Kota Bogor akhirnya hidup,” jelasnya.

Untuk itu baik pemerintah pusat dan pemerintah provinsi harus menaruh perhatian pada kelanjutan Jalur Puncak II. Pasalnya, tak hanya berkaitan dengan akses antar daerah. Di samping itu, adanya Jalur tersebut akan menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Minimal ada jalan yang sudah dibuka, masyarakat mulai bisa menggunakan walaupun belum selesai. Ini kan ironi di tengah Kabupaten Bogor di jalan itu lahan sangat luas, masyarakat banyak di sana tapi ekonomi masyarakatnya gak tumbuh. Kita berharap ada percepatan, karena perataan pembangunan salah satu kuncinya akses jalan terbuka,” ungkapnya.

Diketahui, Bupati Bogor, Ade Yasin mendanai TNI dari Korem 061/Suryakancana senilai Rp5 miliar untuk melanjutkan pekerjaan Jalur Puncak II.

Ade Yasin menyebut bahwa Jalur Puncak II diperlukan untuk memecah kepadatan voume kendaraan di Jalur Puncak Cisarua yang kerap terjadi, terlebih setiap akhir pekan.

“Pembangunan Jalur Puncak Dua harus segera dilakukan. Jalur alternatif tersebut diperlukan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah, terutama pada akhir pekan,” bebernya.

Selain mempermudah akses masyarakat, pembangunan jalan yang ditaksir menelan biaya Rp1,2 triliun itu bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar. Pasalnya, jika dilihat berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, tergolong masih minim.

“Karena keinginan kita memang kuat, saya harapkan masyarakat juga ikutan gotong royong. Pembangunannya harus dipaksa karena memang kebutuhan,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.