Ciliwung Banjir Cinta Ajak Warga Interaksi Langsung dengan Sungai

0
Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 212

Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 213
51

Heibogor.com – Sejumlah pegiat lingkungan dari berbagai komunitas, organisasi dan relawan yang peduli terhadap kondisi Sungai Ciliwung melakukan aksi Ciliwung Banjir Cinta, di bantaran sungai Ciliwung, Perum Graha Grande, Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (25/7/20).

Relawan dari Komunitas Peduli Ciliwung, Suparno Jumar mengatakan, gerakan yang dinamai Ciliwung Banjir Cinta ini adalah bentuk perhatian terhadap persoalan Sungai Ciliwung yang ada di Kota Bogor. Ia berharap dengan aksi-aksi yang dilakukan dapat diikuti semangatnya oleh siapa pun yang ada di sekitar aliran sungai maupun di luar aliran Sungai Ciliwung.

Pria yang akrab disapa Pakde Parno ini menjelaskan, aksi Ciliwung Banjir Cinta ini adalah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan selama tiga hari mulai dari Sabtu (25/7/20) sampai Senin (27/7/20) di mana, tanggal 27 Juli diperingati sebagai Hari Sungai Nasional Indonesia.

Dalam dua hari ini, serangkaian acara yang akan dilakukan yakni di tanggal 25 Juli memperkenalkan usaha baru Hakikat Ciliwung, aksi pembersihan sungai, menggambar, storytelling dan aksi berkebun bersama komunitas BORAC.

Kemudian di tanggal 26 Juli, menempatkan spanduk penyadaran di 10 titik terpilih di tepi sungai, diskusi kelompok terarah informal Focus Group Discussion  (FGD) tentang kearifan lokal, dan pembuat konten gambar (fotografi dan videografi).

Yang ikut dalam aksi ini, dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) bersama satuan tugas naturalisasi Ciliwung, organisasi dan relawan sekitar Bogor yang memberikan perhatian terhadap kondisi Sungai Ciliwung.

“Jadi, ini adalah ruang di mana Ciliwung Banjir Cinta mengajak publik untuk berinteraksi langsung dengan sungai. Mau menikmati saja silahkan, mau foto silahkan, mau ikut membersihkan monggo. Ini adalah ruang publik yang kita dorong peran serta warga terhadap sungai sehingga persoalan sungai terutama dengan sampah dan limbahnya perlahan lahan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Lebih gamblang Pakde Parno menjelaskan, misi pertama dari program Ciliwung Banjir Cinta ini adalah konservasi Sungai Ciliwung melalui pengembangan sosial budaya untuk membuat masyarakat sadar bahwa sosiokultural adalah warisan alam dengan segala unsur-unsur yang ada di lingkungan sungai Ciliwung. Diharapkan ini dapat mengembalikan kembali interaksi antara masyakat dengan sungai, memulihkan serta membudayakan kembali kearifan lokal.

“Program ini, akan berjalan dalam periode tiga bulan ke depan. Community Capacity Building (CCB) melalui stimulus sosiokultural akan bekerja dari hal yang paling mendasar untuk membantu masyarakat memahami, mengelola, dan memecahkan masalah sungai dan lingkungan alam,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.