Raih Keberkahan dan Lebih Dekat Sejarah Peninggalan Artefak Rasulullah SAW

Bakal Jadi Museum Artefak Pertama dan Terlengkap

0 42

Heibogor.com – Sebanyak 20 artefak peninggalan Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat dipamerkan di Padepokan Welas Asih, Desa Waru Induk, Parung, Kabupaten Bogor, Jumat (24/7/20).

Warga dari berbagai wilayah pun berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat benda-benda bersejarah peninggalan manusia paling mulia yang pernah ada di muka bumi.

Salah satu pengunjung asal Cibinong, Ustaz Rohmat (39) menuturkan, tidak kuat melihat artefak Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan, ia sampai menitikkan air mata karena terharu bisa lebih dekat dengan Rasulullah meski hanya melihat barang-barang peninggalannya.

“Bagi saya, Rasulullah Muhammad SAW adalah junjungan seluruh umat manusia khususnya umat islam. Beliau telah banyak berkorban untuk kita sedangkan kita belum bisa membalas jasanya. Tak bisa diungkapkan bagaimana rasanya. Itu yang membuat saya menangis karena ada rasa malu, terharu, rindu, dan cinta kepada beliau,” ungkapnya.

Ia mengatakan, mendapat informasi adanya pameran artefak Rasulullah SAW dari kawannya yang mengajaknya juga untuk datang melihat. Dari itu, ia langsung mengajak istrinya untuk melihat benda-benda peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

“Ini merupakan kesempatan langka untuk melepas kerinduan dan lebih dekat dengan Rasulullah SAW. Ini pameran yang berbeda dengan pameran-pameran lain. Karena pameran seperti ini museumnya hanya ada di luar negeri. Selagi ada di Bogor dan mudah untuk melihatnya makanya saya niatkan untuk datang,” ujarnya.

Sementara, Pimpinan Padepokan Welas Asih, KH. Ryan Sukandar menjelaskan, pameran ini akan berlangsung selama tiga hari dari Jumat (24/7/20) sampai Minggu (26/7/20). Pameran dibuka mulai jam 08.00- 22.00 WIB. Pameran ini, terbuka untuk umum. Siapa saja boleh melihat sambil bertabarruk (mencari berkah).

“Hanya saja dalam ruang pameran pengunjung yang masuk dibatasi per 20 orang tidak boleh banyak karena kita ingin menjaga kesakralan. Di samping untuk keamanan artefak itu sendiri. Karena ini barang tua dan bersejarah yang harus dijaga,” terangnya.

KH. Ryan menjabarkan, artefak yang dipamerkan lebih kurang ada 20 item seperti tongkat Rasulullah SAW, tempat minum Rasul, janggut, rambut, sorban, darah bekam, tanah makam, batu sijjil, imamah, sendal, busur dan panah, baju zirah Nabi dan pedang Zulfiqar, kiswah penutup makam Rasul hingga pedang sahabat milik Sayyidina Hussein.

Benda-benda ini, sambung KH. Ryan, berasal dari berbagai tempat. Ada yang didatangkan dari Syiria, Yaman, Turki, Mesir, Mekah dan Madinah, yang dikumpulkan oleh salah seorang profesor arkeologi di Malaysia. Dan semua artefak ini asli bersertifikat.

“Jadi, artefak ini kita datangkan dari Malaysia, karena sebagian artefak ini miliknya salah satu sultan. Di sini kita berikan kesempatan kepada pengunjung untuk bisa berfoto dengan pedang milik Sayyidina Hussein. Tapi artefak lain tidak boleh. Jadi, kita melarang pengunjung membawa kamera karena ada tim artefak khusus di dalam,” jelasnya.

Masih kata KH. Ryan, tujuan diadakannya pameran artefak ini tidak lain adalah pertama untuk syiar. Kedua, agar bisa menumbuhkan rasa kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

“Di samping itu, kita ingin bertabarruk (mencari berkah). Jadi, kita yakin bahwa Rasulullah SAW itu ialah kekasih Allah SWT. Tentu apa saja yang pernah melekat di tubuh beliau ada suatu karomah atau keberkahannya. Makanya kita berharap umat Islam yang ada di sekitar Jabodetabek bisa hadir untuk melihat pameran karena ini suatu peristiwa langka, sesuatu yang tidak lazim seperti pameran-pameran yang lainnya. Tentunya ada nilai-nilai sejarah dalam pameran ini,” ucapnya.

KH. Ryan mengungkapkan, ini adalah pameran yang pertama kali diadakan di Bogor. Ia pun berencana akan menggelar sekali lagi di bulan maulid nanti tapi dengan jenis artefak yang berbeda.

“Jadi, setiap pameran tidak sama barangnya. Tadinya artefak ini rencananya mau roadshow ke 34 provinsi tapi karena ada Covid-19 akhirnya tertunda. Dari situ kita menawarkan diri agar berpameran di padepokan ini dan mereka setuju,” katanya.

Ia juga berencana akan membuat museum artefak Rasulullah SAW di Padepokan Welas Asih ini. Kalau nanti rencana besar itu terwujud, berarti museum artefak disini menjadi museum artefak Rasulullah SAW kedua di dunia.

Dikatakannya, museum artefak Rasulullah SAW baru ada satu di dunia yakni di negara Turki. Di museum Turki sendiri tidak lengkap hanya ada beberapa item saja. Disana bahkan tidak boleh mengambil foto. Kalau ambil gambar pasti rusak kameranya karena mereka beri penangkal.

“Jadi, itu mimpi besar kita yang insya Allah, akan Allah SWT ijabah. Sekarang ini, kita uji coba dulu melihat opini dan respon masyarakat. Kita berharap kalau mimpi membuat artefak di sini jadi, maka ini akan menjadi museum artefak Rasulullah SAW yang terlengkap yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.