Ian Setia Kumpulkan Puluhan Tahun Buku Bekas Bukti Ilmu Tak Lekang Waktu

0
Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 212

Warning: A non-numeric value encountered in /www/wwwroot/heibogor.com/wp-content/themes/publisher/includes/func-review-rating.php on line 213
34

Heibogor.com – Meski sudah berusia setengah abad, Ian masih setia menemani buku-buku dan kaset tua yang dia kumpulkan selama puluhan tahun. Pria kelahiran 1962 ini menceritakan, usaha ini sudah dijalani sejak ia masih duduk di sekolah dasar sekitar tahun 70an.

Waktu itu, ia sudah membuka tempat penyewaan buku-buku komik dan novel di rumahnya. Kakaknya bagian belanja buku. Sedangkan dirinya di rumah yang menunggu. Dari situ ia mulai hobi baca terutama buku sastra. “Dulu sebelum ada gawai, orang mencari informasi dan pengetahuan lewat baca buku. Karena itu, dulu penyewaan buku sangat ramai dicari orang,” kata pria yang akrab dipanggil Babeh Ian kepada heibogor, Selasa (21/7/20) kemarin.

Ian masih setia menemani buku-buku dan kaset tua yang dia kumpulkan selama puluhan tahun. Andi/heibogor.com

Seiring berjalannya waktu, ia coba menjual koleksi buku dan musiknya dengan berkeliling di wilayah Jakarta seperti ke daerah Poncol, Senen, Jatinegara, Depok. Bahkan, pernah ngasong di kereta ekonomi sebelum menjadi commuter line.

“Digelar kaki lima aja dagang kaset, buku, itu saja karena saya tak punya keterampilan lain tak bisa dagang yang lain. Jadi, ini aja sebagai sumber nafkah buat hidup,” ungkapnya. Pria yang menyukai buku sastra ini mengungkapkan, kaset dan buku-buku ini didapat dari usaha mencarinya.  Ada juga yang ia beli dari orang-orang yang menganggap kaset dan buku-buku lama ini sudah tidak terpakai.

“Daripada dibuang atau dikilokan sayang. Jadi, mereka bawa ke sini dijual ke saya. Tapi disortir dulu baik dari kondisi fisik dan lain-lainnya,” kata Babeh Ian. Ada pengalaman menarik menurut Babeh selama berdagang buku dan musik jadul di lapaknya yang berada di wilayah Cibatok, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Ia menceritakan, pernah ada anak sekolah dari daerah Leuwiliang, yang sering ke toko membeli bukunya.

“Dari kelas 1 sampai 3 dia langganan sama saya. Dia sering beli buku novel katanya dia ingin jadi penulis. Sampai dia kelas tiga dia sudah bisa bikin novel. Novelnya diberi ke saya. Katanya ini pak hasil saya baca buku bapak. Saya sudah bisa nulis. Ternyata dia sudah bisa mengarang novel dan bikin buku dibantu oleh gurunya,” terangnya.

Menurutnya, masih banyak kalangan anak sekolah yang punya minat baca. Bahkan, rata-rata pembeli yang datang ke lapaknya adalah anak muda baik dari Bogor maupun luar Bogor. “Biasa ramainya Sabtu Minggu,” ucapnya. Ia menuturkan, di zaman sekarang ini, pasti berdampak pada usaha yang ia jalani. Dulu mencari informasi harus baca buku. Sekarang semua informasi tinggal cari di internet lewat hp.

“Bagi saya meskipun zaman sudah berubah dengan kemajuan teknologinya, barang-barang lama seperti kaset dan buku ini tidak akan mati. Karena penikmat musik maupun buku justru mencari yang lawas. Dan selama saya disini empat tahun, anak-anak muda yang mencari musik maupun buku makin banyak bukan makin berkurang. Musik dan buku itu universal mengenai rasa dan kepekaan. Makanya sekarang banyak gerakan-gerakan literasi untuk menghidupkan kembali minat membaca buku,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.