Pengolahan Sampah 3R TPST Ruhai

Salah satu inovasi penerapan Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) dalam mengolah sampah menjadi produk baru yang bermanfaat serta bernilai ekonomi adalah pembuatan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang dibuat oleh kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor. Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

0 34
Warga membawa sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Warga memilah sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah yang tidak bisa didaur ulang dibakar dalam Insinerator atau tungku pembakaran sampah. Insinerator ini, memiliki dua tungku dengan kapasitas sampah yang dapat dibakar sebanyak 1/2 hingga 1 ton per-tungkunya di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Residu (hasil pembakaran sampah) dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan paving block di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah organik yang didaur ulang menjadi pupuk kompos (cair dan padat) di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah organik yang didaur ulang menjadi pupuk kompos (cair dan padat) di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah pampers yang didaur ulang menjadi pot tanaman di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah plastik yang didaur ulang menjadi paving block di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah palstik dan pampers yang didaur ulang menjadi paving block dan pot tanaman di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah non organik tapi bernilai ekonomis seperti botol kaca, kardus, besi, dikumpulkan untuk nantinya dijual ke pengepul setiap tiga hari sekali. Hasil penjualan itu menjadi pemasukan tersendiri bagi pengelola Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Sampah non organik tapi bernilai ekonomis seperti botol kaca, kardus, besi, dikumpulkan untuk nantinya dijual ke pengepul setiap tiga hari sekali. Hasil penjualan itu menjadi pemasukan tersendiri bagi pengelola Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

 

Warga membersihkan sampah di bantaran Kalibaru untuk diolah kembali di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kelompok swadaya masyarakat mitra Ruhai di Kampung Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (10/7/20). Kelompok binaan di bawah naungan Jampedas ini, mampu mengolah sampah hingga 1 ton dalam sehari. Hasil dari pengolahan sampah itu menjadi pupuk kompos, paving block, dan pot tanaman dari pampers. Penerapan 3R sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah. Bahkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan. (heibogor/Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.